BMKG Komodo : Cuaca Labuan Bajo Kondusif, Penerbangan Tetap Bisa Terdampak
- 07 Sep 2026 06:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Kondisi cuaca di Labuan Bajo masih relatif kondusif untuk penerbangan di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, calon penumpang tetap diminta mewaspadai gangguan penerbangan akibat kondisi bandara lain yang terdampak sebaran abu vulkanik.
Kepala Stasiun BMKG Komodo-Manggarai Barat, Maria Patricia C. Seran, mengatakan cuaca di Labuan Bajo secara umum cerah berawan dengan jarak pandang mencapai 8 hingga 10 kilometer.
“Untuk kondisi cuaca di Labuan Bajo secara umum masih cerah berawan. Jarak pandang delapan sampai sepuluh kilometer, sehingga tidak ada pengaruh signifikan terhadap penerbangan di Labuan Bajo,” ujar Maria.
Ia menjelaskan, angin pada pagi hari umumnya bertiup dari arah timur laut, kemudian pada siang hingga sore hari berubah dari arah barat laut dengan kecepatan sekitar 5 hingga 10 knot.
Menurut Maria, kemungkinan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mencapai Labuan Bajo secara langsung relatif kecil. Namun, potensi tersebut tetap perlu dipantau karena kondisi sebaran abu dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer dan akumulasi abu di udara.
“Untuk Labuan Bajo sendiri kecil kemungkinan terdampak langsung. Tetapi kita tetap harus memantau perkembangan sebaran abu dalam beberapa hari ke depan,” katanya.
Meski kondisi cuaca lokal masih baik, gangguan penerbangan tetap dapat terjadi secara tidak langsung. Hal itu apabila bandara asal atau bandara yang menjadi bagian dari rotasi pesawat mengalami penutupan atau pembatasan operasional akibat abu vulkanik.
Maria mengatakan kondisi tersebut dapat menyebabkan pesawat yang seharusnya menuju Labuan Bajo mengalami pembatalan, meskipun cuaca di Bandara Komodo dalam kondisi baik.
Berdasarkan pemantauan data satelit hingga pukul 16.00 WITA, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau teridentifikasi dalam dua klaster pada beberapa lapisan atmosfer.
Klaster pertama berada dari permukaan hingga ketinggian sekitar 12.000 kaki dan bergerak ke arah timur laut serta selatan. Sebaran ini mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan di sekitarnya.
Sementara klaster kedua terpantau dari permukaan hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki dengan arah sebaran ke barat daya dan barat laut. Wilayah yang terdampak mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatra Barat, Selat Sunda, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Untuk wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat, berdasarkan pemantauan tersebut belum terpantau terdampak sebaran abu vulkanik.
Maria mengimbau calon penumpang dari Labuan Bajo tidak hanya memeriksa kondisi cuaca di Bandara Komodo. Penumpang juga perlu mengecek kondisi bandara asal serta status penerbangan melalui maskapai masing-masing.
“Penumpang jangan hanya melihat kondisi cuaca di Labuan Bajo, tetapi juga harus mengecek kondisi bandara asal dan informasi penerbangan dari maskapai,” katanya.
Ia meminta calon penumpang mengikuti informasi terbaru dari maskapai dan pengelola Bandara Komodo karena keputusan operasional penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi ruang udara dan bandara yang terhubung dengan rute penerbangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....