Penyerahan SK PPPK NTT, Gubernur Dorong ASN Inovatif dan Profesional

  • 01 Apr 2026 09:14 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Formasi Tahun 2025 kepada 4.536 pegawai. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Selasa (31/3/2026), dengan kehadiran peserta secara luring dan daring.

Dari total penerima SK, sebanyak 248 orang mengikuti kegiatan secara langsung, sementara 4.288 lainnya bergabung melalui virtual. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, unsur Forkopimda, Kepala BKD NTT Kanisius Mau, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan SK yang diterima bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa PPPK harus mampu menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah, dengan menghadirkan kinerja yang berorientasi pada hasil, empati, serta ketulusan dalam melayani masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran setiap profesi dalam mendukung pembangunan. Tenaga pendidik diharapkan tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter generasi muda. Tenaga kesehatan diminta menghadirkan pelayanan yang humanis, sementara aparatur lainnya dituntut memberikan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Bagi tenaga pendidik, jadilah pengajar yang tidak hanya mentransfer ilmu, tapi juga membangun karakter bagi masa depan generasi NTT. Bagi tenaga kesehatan, jadilah pelayanan yang tidak hanya mengobati, tetapi juga menghadirkan harapan dan kemanusiaan. Bagi aparatur di bidang lain, jadilah pelayanan publik yang tidak hanya mengurus administrasi, tetapi benar-benar hadir untuk rakyat," kata Gubernur.

Gubernur juga menegaskan bahwa PPPK paruh waktu memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai agenda pembangunan NTT, mulai dari ketahanan pangan, peningkatan kualitas SDM, pelayanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi lokal melalui program seperti One Village One Product (OVOP). Ia pun mendorong seluruh aparatur untuk meninggalkan pola kerja biasa dan bertransformasi menjadi pribadi yang inovatif, kreatif, serta kolaboratif demi mendorong kesejahteraan masyarakat NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....