KPH di NTT Diminta Jadi Motor Pembangunan Kehutanan Daerah

  • 28 Mar 2026 11:34 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan sekaligus sumber ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-NTT yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT di Hotel Harper Kupang, Jumat, 27 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menekankan bahwa meskipun luas hutan di NTT tidak sebesar daerah lain seperti Kalimantan atau Papua, namun justru kondisi tersebut menuntut perhatian dan pengelolaan yang lebih serius. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi dari kawasan hutan.

Selain aspek konservasi, Gubernur juga mendorong pemanfaatan potensi ekonomi hutan, khususnya hasil hutan bukan kayu (HHBK). Ia meminta setiap KPH mampu mengidentifikasi dan mengembangkan produk unggulan yang bernilai ekonomi serta dapat dipasarkan, termasuk melalui program NTT Mart sebagai wadah distribusi produk lokal.

“Hutan itu fungsinya bukan sedekar urusan konservasi dan ekologis tapi manfaat sosial dan ekonominya harus kita urus dengan baik. Kita punya produk dalam hutan ini kan banyak, khususnya dalam bidang hasil hutan bukan kayu (HHBK). Ini perlu didata dan dikembangkan secara serius. Setiap KPH harus mampu mengembangkan produk unggulan yang bisa dipasarkan, termasuk melalui NTT Mart,” kata Gubernur.

Gubernur Melki mengakui bahwa sektor kehutanan di NTT masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konflik tenurial, aktivitas ilegal, hingga belum optimalnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, ia menegaskan peran strategis KPH sebagai ujung tombak pengelolaan hutan yang harus profesional, adaptif, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan kehutanan di daerah.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen bersama dalam mengelola hutan secara berkelanjutan. Usai kegiatan, Gubernur juga menunjukkan dukungannya dengan membeli sejumlah produk unggulan hasil karya KPH, sebagai bentuk nyata dorongan terhadap penguatan ekonomi berbasis kehutanan di Nusa Tenggara Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....