Akselerasi APBN 2026 Sinyal Positif Pertumbuhan Ekonomi Manggarai Raya dan Ngada

  • 28 Mar 2026 07:16 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Memasuki pengujung bulan Februari 2026, denyut nadi perekonomian di wilayah Manggarai Raya dan Kabupaten Ngada menunjukkan tren yang signifikan. Hal ini tercermin dari kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola melalui KPPN Ruteng, serapan anggaran tercatat melesat melampaui capaian tahun sebelumnya.

Kepala KPPN Ruteng, Akhmad Zainuddin, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa hingga 28 Februari 2026, realisasi penyerapan anggaran di empat kabupaten tersebut telah mencapai 19,22 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 14,13 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Lebih lanjut, Akhmad menjelaskan bahwa melonjaknya serapan anggaran ini tidak lepas dari strategi percepatan belanja pada sejumlah Satuan Kerja (Satker) strategis. Belanja Barang tercatat naik tajam sebesar Rp6,51 miliar atau tumbuh 34,96 persen.

Dua institusi yang menjadi motor utama adalah Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo dengan kenaikan Rp2,06 miliar dan Pelaksana Jalan Nasional (PJN) III NTT yang mencatatkan kenaikan Rp2,41 miliar. Tak hanya belanja barang, belanja modal pun ikut meroket, memperkuat infrastruktur di gerbang pariwisata super prioritas Labuan Bajo melalui kontribusi KSOP dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo.

"Percepatan ini sangat krusial. Ketika belanja pemerintah mengalir lebih cepat di awal tahun, efek penggandanya terhadap ekonomi masyarakat akan jauh lebih terasa," ujar Akhmad.

Sektor Transfer ke Daerah (TKD) turut memberikan sumbangsih besar dengan realisasi mencapai 21,41 persen. Kenaikan ini didorong oleh penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) yang bertambah Rp40,45 miliar dan DAK Non Fisik sebesar Rp42,69 miliar.

Sementara, gairah pembangunan di tingkat akar rumput pun kian terasa dengan naiknya penyaluran Dana Desa sebesar Rp3,12 miliar. Akhmad menjelaskan bahwa lompatan ini merupakan buah dari sikap responsif pemerintah desa dalam mempercepat pengajuan Dana Desa Reguler Tahap I tahun 2026. Alhasil, berbagai program padat karya yang menjadi tumpuan ekonomi warga desa kini dapat segera dipacu tanpa harus menunggu lebih lama.

Beralih ke sektor penerimaan, Akhmad juga menyampaikan bahwa potret pendapatan negara menunjukkan dinamika yang memerlukan perhatian khusus. Tercatat adanya koreksi tipis sebesar 0,20 persen, di mana realisasi yang sebelumnya mencapai Rp61,82 miliar pada 2025, sedikit bergeser menjadi Rp61,69 miliar di tahun ini.

Penurunan ini merupakan imbas dari absennya setoran 'kejutan' PNBP berupa pengembalian belanja modal yang sempat membukukan angka Rp14,50 miliar pada Januari tahun lalu. Kondisi ini kian diperparah dengan anomali cuaca ekstrem di awal tahun yang secara langsung mengerem laju aktivitas ekonomi di lapangan."

Sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi kawasan pun tak luput dari tantangan alam. Dinamika cuaca buruk dan serangkaian insiden kecelakaan kapal di perairan Flores sempat menjadi 'rem darurat' bagi aktivitas wisata.

Akhmad menyebut, penutupan kunjungan ke Kawasan Taman Nasional Komodo tersebut berdampak domino, melumpuhkan Pendapatan Wisata Alam yang tergerus Rp894,77 juta serta menekan Pendapatan Kebandarudaraan hingga merosot Rp1,21 miliar.

Namun, memasuki bulan Februari, secercah harapan mulai terlihat saat otoritas setempat kembali membuka akses bagi para wisatawan, menandai berakhirnya masa sulit di awal tahun.

"Sejak 4 Februari 2026, trip ke kawasan Balai Taman Nasional Komodo telah kembali dibuka. Kami memproyeksikan pendapatan wisata alam akan kembali bangkit dan melaju kencang di bulan-bulan mendatang," kata Akhmad.

Optimisme ini, terang Akhmad diperkuat dengan lonjakan Pendapatan Perpajakan yang tumbuh impresif sebesar 53,54 persen atau naik Rp15,37 miliar. Dengan kinerja APBN yang solid, pertumbuhan ekonomi di Manggarai Raya dan Ngada diprediksi akan mengalami akselerasi pada Triwulan I 2026. Data historis menunjukkan kecenderungan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di awal tahun dibandingkan akhir tahun sebelumnya.

Menilik ke belakang, catatan historis pertumbuhan ekonomi apda ketiga wilayah ini memang berada pada jalur yang menjanjikan. Berdasarkan data BPS tahun 2025, Manggarai Barat masih memimpin akselerasi pertumbuhan sebesar 5,82 persen, disusul Manggarai dengan 5,09 persen, Manggarai Timur 4,75 persen, serta Kabupaten Ngada yang mencatatkan angka 4,28 persen.

Kini, dengan irama belanja pemerintah yang kian cepat dan tepat waktu, serta bangkitnya kembali gairah sektor pariwisata, sinergi ini diyakini akan menjadi kunci pembuka pintu kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat di jantung Pulau Flores."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....