Preservasi Jalan Ruteng–Reo–Kedindi dan KM 210 Telah Mencapai 81 Persen
- 20 Jul 2026 19:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Progres fisik pengerjaan paket preservasi Jalan Ruteng–Reo–Kedindi dan ruas Batas Kota Ruteng–KM 210 yang ditangani Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui PPK 3.3 Ruteng kini sudah mencapai 81 persen. Proyek ini dikerjakan PT Flores Konstruksindo Utama dengan dukungan APBN Tahun Anggaran 2026 senilai Rp33 miliar.
PPK 3.3 Ruteng, Nur Indah Indriyani, saat ditemui RRI, Senin 20 Juli 2026, mengatakan pekerjaan preservasi tersebut mencakup enam lingkup penanganan, yakni pemeliharaan rutin kondisi jalan, holding, rehabilitasi minor, rehabilitasi mayor, rehabilitasi jembatan serta penanganan longsoran.
Selain itu, pekerjaan juga meliputi pengaspalan di sejumlah segmen, penutupan lubang jalan, pembangunan saluran drainase, serta penanganan titik-titik longsor untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Pada ruas Batas Kota Ruteng–KM 210, tepatnya di kawasan Taman Wisata Alam (TWA), Indah menyebut bahwa saat ini sedang membangun dinding penahan tanah (DPT) sebagai upaya memperkuat badan jalan dan mengurangi risiko longsor. Pekerjaan tersebut masih berlangsung dan ditargetkan rampung sebelum musim hujan agar dapat berfungsi secara optimal.
"Di kawasan TWA itu yang di sisi kiri itu, itu ada perbaikan DPT. Saat ini masih proses pelaksanaan, ya. Semoga dalam waktu dekat sudah bisa selesai sebelum musim hujan ini nanti, jadi kita selesai lebih awal," katanya.
Indah mengakui tantangan utama selama pelaksanaan proyek berasal dari faktor cuaca, terutama hujan yang berpotensi menghambat pekerjaan di lapangan. Meski demikian, ia menegaskan, secara teknis seluruh pekerjaan tetap berjalan lancar tanpa adanya kendala yang berarti.
Ia menambahkan, aspek kualitas menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek. Pengawasan dilakukan secara ketat dengan melibatkan konsultan pengawas dan tim pengendali mutu, sehingga setiap item pekerjaan wajib melalui proses pemeriksaan kualitas sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.
"Jadi kan kita ada konsultan juga, ada quality control-nya juga. Jadi setiap tahapan-tahapan kita harus melalui kualitas," ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....