Anak Muda Kunci Iklim, Prisilia Dapa Dorong Aksi Nyata

  • 27 Mar 2026 13:42 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende — Upaya mengatasi perubahan iklim tidak cukup hanya melalui aksi individu, tetapi membutuhkan perubahan sistem yang lebih besar. Hal ini disampaikan oleh Prisilia Theresia Dapa, M.Sc In Carbon Management saat diwawancarai RRI Ende, Jumat, 27 Maret 2026.

Prisilia menjelaskan, aksi sederhana seperti membawa botol minum sendiri atau mengurangi plastik tetap penting, namun kontribusinya relatif kecil dibandingkan perubahan kebijakan secara luas. Secara data, aksi individu itu hanya menyumbang sekitar 9 sampai 11 persen dalam mitigasi perubahan iklim.

Ia mengungkapkan, dampak yang jauh lebih besar justru berasal dari perubahan sistem, seperti kebijakan pemerintah, transformasi sektor energi, serta keterlibatan dunia industri. “Kalau perubahan sistem dilakukan, dampaknya bisa mencapai 80 sampai 90 persen,” ungkapnya.

Prisilia menambahkan, sektor energi menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar, terutama dari penggunaan kendaraan bermotor dan konsumsi listrik sehari-hari. Hal sederhana seperti mematikan listrik saat tidak digunakan atau mengurangi penggunaan kendaraan bisa menjadi langkah awal.

Selain itu, ia juga menyoroti gaya hidup anak muda seperti fast fashion yang turut berkontribusi terhadap emisi global. “Fast fashion itu menyumbang sekitar 10 persen emisi global. Jadi kita perlu lebih bijak, misalnya dengan mengurangi belanja berbasis tren dan menggunakan kembali pakaian,” katanya.

Menurutnya, anak muda memiliki peran penting, tidak hanya dalam perubahan perilaku, tetapi juga dalam advokasi dan edukasi publik. Ia pun mencontohkan sejumlah gerakan anak muda seperti Climate Rangers Indonesia yang mendorong penggunaan energi terbarukan.

“Anak muda punya kekuatan besar, apalagi dengan bonus demografi. Kalau semua mau bergerak, saya optimis Indonesia bisa capai target net zero pada 2060,” ujarnya. Di akhir pernyataannya, Prisilia mengajak generasi muda untuk tidak bersikap apatis terhadap isu perubahan iklim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....