Festival Golo Koe 2026 Kampanyekan Pariwisata Ramah Lingkungan di Labuan Bajo

  • 06 Jul 2026 13:28 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Festival Golo Koe 2026 mengusung semangat pelestarian lingkungan melalui tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”. Tema tersebut menjadi ajakan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim.

Festival yang diinisiasi oleh Keuskupan Ruteng dan kini berkembang di Labuan Bajo itu tidak hanya mendukung sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi, sosial, dan budaya, tetapi juga mengajak masyarakat memaknai pariwisata sebagai ruang perjumpaan dengan alam dan sesama, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga ciptaan.

Melalui Festival Golo Koe, penyelenggara berharap kampanye pariwisata ramah lingkungan dapat melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat. Festival ini juga diharapkan menjadi ruang untuk menyuarakan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan seiring pesatnya pembangunan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata superprioritas.

Uskup Labuan Bajo, Maksimus Regus, dalam peluncuran Festival Golo Koe 2026 pada 4 Juni 2026 mengatakan dunia saat ini tengah menghadapi “kekacauan iklim” (climate chaos) dan “kelangkaan ekologis” (ecological scarcity). Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya pertobatan ekologis yang diwujudkan melalui tindakan nyata untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama.

“Sebagai tanggapan atas krisis tersebut, Gereja mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan pertobatan ekologis melalui aksi nyata dalam merawat bumi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menilai tema Festival Golo Koe tahun ini menjadi pengingat penting bahwa krisis iklim harus dihadapi melalui aksi konkret, bukan sekadar retorika. Ia berharap festival tersebut menjadi ruang transformasi spiritual, sosial, dan ekonomi yang mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat di Labuan Bajo.

Puncak Festival Golo Koe akan berlangsung pada 10 Agustus hingga 15 Agustus 2026 dengan menghadirkan sejumlah agenda bertema ekologi. Pada 11 Agustus 2026, panitia akan menggelar kegiatan Edukasi dan Aksi Ekologis yang melibatkan pelajar, generasi muda, serta komunitas peduli lingkungan melalui aksi bersih sampah dan penanaman pohon.

Selain itu, panitia juga berkomitmen menerapkan penyelenggaraan festival yang ramah lingkungan, di antaranya melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta aksi pemulihan lingkungan dengan penanaman pohon kelapa di kawasan pesisir pantai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....