Sekber PBI Manggarai Raya Sepakati Langkah Strategis Hadapi Perubahan Iklim

  • 11 Mar 2026 21:38 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Perubahan iklim dinilai menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan lumbung pangan dan ruang hidup masyarakat di Manggarai Raya. Menjawab tantangan tersebut, Sekretariat Bersama (Sekber) Pembangunan Berketahanan Iklim (Kementerian (PBI) Manggarai Raya menyepakati sejumlah langkah strategis kolaboratif guna memperkuat ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim.

Sekber PBI yang terdiri dari tiga kabupaten di Manggarai Raya, yakni Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur, menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas upaya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9 hingga 10 Maret 2026, di Rumah Unio Keuskupan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa upaya mewujudkan sistem pangan yang tangguh di Manggarai Raya membutuhkan sinergi lintas sektor.

Adapun FGD tersebut menghasilkan sejumlah poin kesepakatan strategis yang diharapkan menjadi arah baru dalam pembangunan berkelanjutan di tiga kabupaten tersebut.

Salah satu fokus utama yang disepakati adalah penguatan basis data terkait perubahan iklim. Selama ini, masyarakat kerap terlambat mengantisipasi anomali cuaca akibat keterbatasan akses informasi. Karena itu, Sekber PBI berkomitmen untuk meningkatkan pengumpulan serta penyebarluasan data perubahan cuaca secara lebih cepat kepada masyarakat.

Data tersebut juga akan diintegrasikan dengan pemetaan wilayah untuk mengidentifikasi zona rawan bencana sekaligus potensi sumber daya secara lebih presisi. Dengan pendekatan ini, pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil kebijakan pembangunan yang berbasis data, khususnya dalam penentuan pembangunan infrastruktur dan zonasi pertanian.

Selain itu, Sekber PBI juga berkomitmen mendokumentasikan berbagai praktik baik yang telah dilakukan masyarakat dalam menjaga lingkungan, seperti konservasi mata air maupun pola tanam yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Upaya tersebut akan diperkuat melalui pembangunan jejaring multiaktor yang melibatkan berbagai pihak. Akademisi dan peneliti diharapkan berperan dalam menyediakan inovasi serta analisis ilmiah, sementara lembaga swadaya masyarakat menjadi pendamping masyarakat di lapangan. Pemerintah daerah bersama sektor swasta juga diharapkan memberikan dukungan sumber daya dan keberlanjutan ekonomi.

Kesepakatan lainnya adalah pentingnya penyediaan infrastruktur distribusi untuk mendukung ketahanan iklim. Infrastruktur tersebut dinilai penting guna memastikan akses terhadap air bersih, benih unggul, hingga jalur logistik tetap terjaga saat terjadi bencana atau kondisi cuaca ekstrem.

Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Kepala Bappeda Manggarai Barat, Peter A. Rasyid. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Sekber PBI merupakan wadah penting untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan bagi generasi mendatang di Manggarai Raya.

“Ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi bagaimana kita mengintegrasikan data, teknologi, dan kerja sama manusia untuk menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian,” ujarnya.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Konsorsium Pangan Bernas tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Manggarai Raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....