Pedagang Jajanan Diminta Perhatikan Standar Keamanan Pangan
- 02 Mar 2026 10:59 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Kepala Balai POM di Ende, Eko Agus Budi Darmawan, mengingatkan pelaku usaha pangan siap saji agar memperhatikan standar keamanan bahan, lokasi, hingga cara penyajian. Imbauan ini disampaikan untuk menekan risiko cemaran dan gangguan kesehatan akibat pangan yang tidak higienis.
Ia menyebut, penggunaan bahan baku menjadi faktor pertama yang harus diawasi oleh pelaku usaha. Bahan yang digunakan harus jelas mutu dan keamanannya sebelum diolah dan dijual kepada masyarakat.
“Jika menggunakan bahan seperti tepung atau gula, pastikan produk tersebut memiliki izin edar dan jelas kualitas serta keamanannya,” ujarnya.
Selain bahan, lokasi berjualan juga menentukan tingkat keamanan pangan. Pedagang diminta memastikan tempat berjualan bebas dari debu, asap kendaraan, maupun dekat dengan tempat pembuangan sampah.
“Makanan sebaiknya ditutup atau menggunakan etalase kaca agar terhindar dari risiko cemaran,” katanya.
Dalam proses penyajian dan pengemasan, pedagang diimbau menggunakan alat bantu seperti penjepit atau sarung tangan plastik. Penggunaan kantong plastik kresek maupun wadah yang bukan berbahan food grade perlu dihindari.
“Hindari mengambil makanan langsung dengan tangan dan jangan gunakan plastik kresek berwarna gelap untuk membungkus makanan, apalagi yang masih panas,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyimpanan makanan sesuai suhu. Makanan dingin harus disimpan pada suhu dingin yang tepat, sementara makanan panas tetap dijaga dalam kondisi panas.
“Kalau secara tampilan, tekstur, atau bau sudah berubah, jangan dipaksakan untuk dijual maupun dikonsumsi. Bau dan perubahan tekstur adalah indikator awal keamanan pangan,” ucapnya.
Di sisi lain, masyarakat diminta lebih selektif dalam memilih jajanan. Hindari membeli makanan yang dijual terbuka tanpa penutup atau berada dekat dengan sumber pencemaran seperti sampah dan asap kendaraan.
“Kalau membeli makanan berkuah atau panas, sebaiknya gunakan wadah sendiri agar lebih aman,” katanya.
Ia juga mendorong masyarakat berani mengingatkan pedagang jika menemukan praktik yang kurang higienis. Menurutnya, peran aktif pedagang dan pembeli menjadi kunci dalam menjaga keamanan pangan di ruang publik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....