Pemkab Sikka Perkuat Literasi Digital Pelajar
- 02 Mar 2026 06:46 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Komitmen membangun generasi muda yang cerdas dan bertanggung jawab di ruang digital terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Sikka. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, sebanyak 40 peserta didik MTs At-Taqwa Beru mengikuti sosialisasi Digital Quotient (DQ) atau kecerdasan digital, Sabtu, 28 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah, Jalan Hasanudin, Maumere, itu menyasar pelajar sebagai pengguna aktif teknologi digital. Sosialisasi ini menjadi bagian dari penguatan literasi digital dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 yang kian dinamis.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sikka, Ferdinand Evensius Edomeko, S.Fil., menegaskan generasi muda saat ini hidup dalam dua realitas yang berjalan beriringan. Menurutnya, dunia nyata dan dunia maya sama-sama menuntut kecerdasan serta tanggung jawab.
“Hari ini kita hidup di dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia maya. Di dunia maya, seperti media sosial, tidak jarang terjadi ujaran kebencian, hoaks, perundungan siber hingga penipuan daring, sehingga kita mesti cerdas secara digital,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, kecerdasan digital tidak sebatas kemampuan mengoperasikan gawai atau mengakses aplikasi. Lebih dari itu, DQ mencakup sikap etis, tanggung jawab, serta kemampuan menyaring informasi sebelum dibagikan ke publik.
Ferdinand juga menekankan pentingnya penerapan netiquette atau etika berinternet dalam kehidupan sehari-hari pelajar. Ia mengingatkan prinsip sederhana namun krusial, yakni saring sebelum sharing, sabar sebelum sebar, dan pikir sebelum bertindak.
Pendekatan edukatif tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Wakil Kepala MTs At-Taqwa Beru, Mariance Ago, S.Ag., mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Sikka terhadap penguatan literasi digital siswa.
“Kami berterima kasih kepada Pemda Sikka melalui Dinas Kominfo yang menyelenggarakan kegiatan ini. Ini sangat penting bagi para pelajar kami karena itulah yang setiap hari mereka hadapi,” katanya.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa yang mengikuti kegiatan hingga akhir sesi. Salah satu siswi, Haniah, mengaku tersadarkan setelah mengetahui risiko penggunaan gawai secara berlebihan dan tanpa kontrol.
“Saya biasa main handphone sekurangnya enam jam setiap hari. Dengan adanya sosialisasi ini, saya mau mengurangi supaya waktu belajar bertambah,” ungkapnya.
Melalui sosialisasi ini, Diskominfo Kabupaten Sikka menegaskan perannya sebagai penggerak literasi digital di daerah. Edukasi Digital Quotient diharapkan mampu membentuk pelajar yang bijak bermedia sosial, tangguh menghadapi hoaks, serta menjaga etika dan keamanan diri di ruang digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....