Pemkab Manggarai Barat–PGWI Labuan Bajo Perkuat Narasi Promosi Geowisata
- 28 Feb 2026 11:55 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Disparekrafbud) bersama Asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) DPW Labuan Bajo menggelar diskusi strategis terkait penguatan narasi (storytelling) dalam promosi destinasi wisata di daerah tersebut, Jumat 27 Februari 2026.
Kepala Disparekrafbud Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, mengatakan penguatan narasi destinasi sejalan dengan arah pembangunan pariwisata daerah yang menekankan kualitas pengalaman wisatawan, bukan sekadar daya tarik visual.
“Ini sejalan dengan konsep Pemkab Manggarai Barat karena narasi ini tentunya akan memikat, meningkatkan citra destinasi, dan memberikan informasi mendalam mengenai nilai budaya atau sejarah, bukan sekadar visual,” ujar Stefanus di Labuan Bajo.
Ia menjelaskan, kehadiran PGWI DPW Labuan Bajo dinilai strategis dalam mendukung pengembangan geowisata. Sejumlah kegiatan seperti inspeksi lokasi geowisata di Taman Indah Mangrove Teluk Terang (TIMT) serta Geocamp di Desa Wisata Warloka Pesisir dinilai sejalan dengan rencana pemerintah daerah membuka daya tarik wisata baru dan menata desa wisata berbasis narasi.
Menurut Stefanus, tagline kepala daerah periode kedua, “Membawa Uang dari Laut ke Darat”, telah mulai dijawab melalui berbagai terobosan yang digagas PGWI.
“Teman-teman PGWI sudah mulai menjawab dengan beberapa terobosan yang sudah disampaikan kepada saya hari ini yang sejalan dengan rencana kami membuka daya tarik baru, menata desa wisata plus menceritakan narasi DTW secara baik,” ungkapnya.
Sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), lanjut Stefanus, Labuan Bajo membutuhkan kolaborasi multipihak guna mendorong pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.
“Kami harapkan kolaborasi ini tidak hanya dengan ngomong, diskusi saja mesti ada di tataran implementasi. Harapannya semangat yang ada hari ini tidak pernah berhenti, tetap tumbuh dan berkembang demi pariwisata Manggarai Barat,” katanya.
Pemkab Manggarai Barat juga mendukung pengembangan geowisata agar kunjungan wisatawan tidak terpusat pada Taman Nasional Komodo, tetapi tersebar ke berbagai daya tarik wisata (DTW) lain di wilayah Manggarai Barat, Flores.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong peningkatan kompetensi pemandu geowisata melalui pendidikan, pelatihan, seminar, hingga sertifikasi resmi guna meningkatkan kualitas layanan dan penguatan narasi di setiap geosite.
“Karena pariwisata Manggarai Barat sekarang bukan pariwisata biasa-biasa saja, kelasnya super prioritas, tentu berbagai pelayanan di setiap elemen juga perlu profesional. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas SDM sangat perlu, terutama pemandu wisata,” ujar Stefanus.
Sementara itu, Ketua PGWI DPW Labuan Bajo, Saverinus Guardi, menyambut baik komitmen Pemkab Manggarai Barat dalam memperkuat kolaborasi pengembangan geowisata.
Ia menjelaskan, PGWI merupakan organisasi pemandu wisata dengan keahlian khusus di bidang geologi dan bentang alam, yang fokus meningkatkan kompetensi pemandu dalam memberikan edukasi geologi, konservasi, serta budaya lokal kepada wisatawan di situs geologi (geosite).
Menurut Saverinus, berbagai kegiatan yang telah dilakukan PGWI pada awal 2026 merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mengembangkan potensi geowisata sekaligus meningkatkan profesionalisme pemandu di Labuan Bajo.
“Kami sangat berterima kasih kepada Disparekrafbud Mabar atas dukungan kepada kami. Tentunya dengan semangat yang sama untuk pengembangan geowisata Labuan Bajo, kami akan terus menjalin kemitraan strategis,” katanya.
Pengembangan geowisata berbasis kesamaan narasi dinilai akan membantu pemandu wisata merangkai fakta geologi, sejarah, tradisi budaya, dan fenomena alam menjadi cerita yang menarik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik geosite di Manggarai Barat.
Berdasarkan data Disparekrafbud Manggarai Barat, total kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo sepanjang 2025 tercatat sebanyak 500.008 orang, meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai 411.349 orang.
Dari total kunjungan tahun 2025 tersebut, Balai TNK mencatat 432.022 wisatawan berkunjung ke sejumlah destinasi dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Sementara itu, Pemkab Manggarai Barat mencatat 67.986 wisatawan mengunjungi berbagai DTW yang dikelola Disparekrafbud Manggarai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....