Gubernur NTT : Lembaga Khusus dan Pelatihan Kunci Transformasi SDM

  • 28 Feb 2026 09:34 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) menjadi kunci percepatan transformasi sumber daya manusia (SDM) di NTT. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Badan Pengurus DPD Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Provinsi NTT Periode 2026–2031, Jumat, 27 Februari 2026.

“Momentum ini sangat penting bagi arah pembangunan SDM NTT ke depan,” ujarnya.

Melki menyebut NTT berada di persimpangan penting. Di satu sisi, daerah memiliki potensi pariwisata kelas dunia seperti Labuan Bajo dan kekayaan alam melimpah. Namun di sisi lain, masih dihadapkan pada tantangan kemiskinan, keterbatasan akses air bersih, dan rendahnya daya saing SDM.

Dalam konteks tersebut, pendidikan nonformal melalui LKP dinilai menjadi solusi cepat dan relevan untuk menjawab kebutuhan keterampilan masyarakat. FPLKP disebut sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyatukan ribuan LKP di 22 kabupaten/kota agar bergerak dengan standar dan arah yang sama.

Menurutnya, kursus berbasis kompetensi perlu diarahkan pada sektor prioritas seperti pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian modern, dan kewirausahaan. Langkah ini diharapkan membuka peluang kerja di daerah yang dapat diisi oleh putra-putri NTT sendiri.

Gubernur juga menekankan pentingnya kurikulum berbasis kearifan lokal, seperti integrasi tenun ikat dalam desain fesyen, tata boga berbasis pangan lokal, serta pelatihan pemandu wisata dan bahasa asing. Pendidikan vokasi, katanya, harus mampu meningkatkan nilai tambah produk daerah sekaligus menciptakan peluang usaha baru.

Ke depan, penguatan FPLKP akan didorong melalui digitalisasi pelatihan, perluasan kemitraan industri, serta advokasi kebijakan dan pembiayaan. Dengan data dan sinergi yang terarah, program pelatihan diharapkan berdampak pada penurunan kemiskinan dan peningkatan produktivitas daerah.

Melki berharap pengurus FPLKP yang baru dilantik dapat menjadi penggerak transformasi keterampilan masyarakat NTT. Ia menegaskan masa depan daerah ditentukan oleh keterampilan yang mampu diubah menjadi peluang kerja dan usaha nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....