Eskavator Tiba di Lokasi Longsor, Warga Lepkes Minta Pembersihan Total

  • 27 Feb 2026 15:16 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende: Setelah menanti hampir tiga bulan, warga Kecamatan Lepembusu Kelisoke (Lepkes), Kabupaten Ende, akhirnya menyaksikan alat berat milik Pemerintah Kabupaten Ende tiba di lokasi longsor Desa Taniwoda, Rabu , 25 Februari 2026. Kehadiran eskavator tersebut menjadi titik terang bagi akses transportasi yang lumpuh sejak 5 Desember 2025 lalu.

Longsor yang menutup badan jalan dengan material batu berukuran besar sempat memutus jalur penghubung Desa Taniwoda, Detuara, dan Rutujeje. Warga menyebut lambannya penanganan sebagai bentuk ketidaksinkronan antara komitmen dan pelaksanaan di lapangan.

Salah satu tokoh muda Lepkes, Niko Sanggu, sebelumnya mengkritik pola komunikasi pemerintah daerah yang dinilai tidak sejalan dengan realisasi teknis. Ia merujuk pada janji Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda, yang disampaikan melalui sambungan telepon pada 11 Desember 2025, namun baru terealisasi pada akhir Februari 2026.

“Respons di awal memang cepat, tetapi realisasinya memakan waktu berbulan-bulan. Meski demikian, hari ini kami menyampaikan terima kasih karena suara masyarakat akhirnya didengar dan eskavator sudah berada di lokasi,” ujar Niko, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurutnya, kehadiran alat berat menjadi solusi konkret untuk memindahkan material batu masif yang tidak mungkin disingkirkan secara manual melalui gotong royong. Meski mengapresiasi langkah tersebut,

Niko menegaskan bahwa pekerjaan tidak boleh berhenti pada satu titik longsor. Ia mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ende melakukan pembersihan menyeluruh di sepanjang jalur Taniwoda–Detuara–Rutujeje.

“Kondisi jalan masih berlubang, berbatuan, dan terdapat sisa material longsor di beberapa titik. Ini berisiko bagi pengendara roda dua maupun roda empat. Mumpung eskavator sudah di lokasi, kami minta pembersihan dilakukan hingga tuntas sampai perbatasan Sikka,” ujarnya tegas.

Jalur tersebut memiliki nilai strategis karena menghubungkan wilayah pedesaan di Kecamatan Lepembusu Kelisoke hingga Kecamatan Kota Baru, serta berbatasan langsung dengan Kabupaten Sikka di Desa Rutujeje. Selain menjadi akses utama mobilitas warga, jalur ini juga menopang aktivitas ekonomi lintas kabupaten.

Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan material longsor di Desa Taniwoda masih berlangsung dengan pengawasan warga setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....