Warga Paga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak
- 11 Apr 2026 15:18 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Ratusan warga Desa Wolorega dan Desa Rejo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, bergotong royong memperbaiki ruas jalan Tanangalu–Paipenga, Jumat 10 April 2026. Aksi ini dilakukan menyusul kerusakan parah akibat banjir bandang yang terjadi pada 20 Maret 2026 lalu.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa hingga lembaga teknis daerah. Hadir dalam kerja bakti ini Ketua BPD Wolorega Henrikus Lando, Sekretaris Desa Wolorega Petrik Selestina Dua, Sekretaris Desa Rejo Rofinus Dion, serta Pelaksana Tugas Camat Paga Adrianus Gegi.
Selain itu, unsur BPBD Sikka, PMI Sikka, Dinas Kominfo Sikka, dan Bhabinkamtibmas turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Pelaksana Tugas Kalak BPBD Sikka Petrus Poling Wairmahing langsung mengoordinasikan jalannya perbaikan berbasis gotong royong ini.
Ketua BPD Wolorega Henrikus Lando menjelaskan, kerja bakti dilakukan karena akses transportasi warga lumpuh pascabanjir bandang. Material berupa batu besar, pohon tumbang, hingga tiang listrik menghalangi badan jalan.
Kerja bakti dimulai sejak pukul 08.00 Wita dengan melibatkan warga yang membawa peralatan sederhana. Mereka bekerja secara manual menyingkirkan batu dan membersihkan batang pohon yang menutup jalan.
“Kami kerja manual saja, sebisa yang kami lakukan, prinsipnya agar akses transportasi bisa kembali normal. Syukurlah, kendaraan bermotor sudah bisa melintas,” ujar Henrikus.
Meski demikian, pekerjaan belum sepenuhnya tuntas karena masih terdapat titik krusial yang belum tersentuh. Kerja bakti dihentikan sementara pada pukul 14.00 Wita karena warga mulai kelelahan.
Henrikus menyebutkan, perbaikan akan dilanjutkan pada Jumat 17 April 2026 mendatang. Hal ini disebabkan masih ada dua titik yang sangat berisiko untuk dilalui kendaraan.
Dua titik tersebut berada di lokasi tumbangnya tiang listrik dengan kabel yang masih membentang di atas jalan. Kondisi ini membuat pengendara enggan melintas karena khawatir terhadap potensi bahaya listrik bertegangan tinggi.
“Sampai sekarang pihak PLN belum pernah ke lokasi,” katanya. Ia berharap ada penanganan cepat dari pihak terkait untuk mengatasi hambatan tersebut.
Sebelumnya, material longsor menutup ruas jalan Tanangalu–Paipenga selama lebih dari sepekan. Akibatnya, akses transportasi warga di sejumlah desa termasuk Wolorega dan Rejo sempat lumpuh total.
Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Paga pada Jumat 20 Maret 2026 lalu material berupa batu besar di banyak titik membuat evakuasi membutuhkan alat berat, yang hingga kini masih dinantikan warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....