Kasus Rabies Sikka 2025 Capai 68

  • 26 Feb 2026 11:51 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka - Ancaman rabies di Kabupaten Sikka belum menunjukkan tanda mereda. Sepanjang tahun 2025, tercatat 68 kasus hewan positif rabies dengan Kecamatan Waigete menjadi wilayah dengan jumlah gigitan tertinggi, yakni 10 kasus.

Data tersebut disampaikan dokter bidang kesehatan hewan Kuatus Jenus Keupung didampingi dokter hewan Elfrida Carvalo, Rabu 25 februari 2026 di Maumere. Keterangan itu menjadi gambaran situasi terkini penyebaran rabies di wilayah tersebut.

Selain Waigete, kasus rabies juga ditemukan di sejumlah kecamatan lain. Rinciannya yakni Talibura delapan kasus, Mego lima kasus, Kewapante lima kasus, Doreng lima kasus, Magepanda empat kasus, Bola empat kasus, Lela tiga kasus, Tanawawo dua kasus, serta masing-masing satu kasus di Nelle, Hewokloang, dan Koting.

Hewan yang terkonfirmasi positif rabies terdiri atas anjing, kucing, dan babi. Kasus pada babi ditemukan di Desa Waerkoja dan Desa Baomekot, Kecamatan Hewokloang, diduga tertular setelah digigit anjing yang telah terinfeksi.

Sementara itu, rabies pada kucing ditemukan di Desa Iligai, Kecamatan Lela dan Desa Nelle Urung, Kecamatan Nelle. Temuan ini memperlihatkan bahwa penularan tidak hanya terjadi pada anjing, tetapi juga merambah hewan lain yang berinteraksi dengan hewan pembawa virus.

Populasi anjing di Kabupaten Sikka saat ini diperkirakan mencapai 30.000 ekor. Dari jumlah tersebut, sekitar 6.000 ekor telah divaksin rabies sebagai bagian dari upaya pengendalian.

Pada 2025, populasi anjing tercatat 40.788 ekor, namun pada 2026 terjadi penurunan akibat pemusnahan dan pemotongan. Meski demikian, laju pergantian populasi yang cepat dinilai berpotensi meningkatkan kembali risiko penyebaran rabies.

Realisasi vaksinasi di Kecamatan Waigete antara lain di Desa Hoder sebanyak 400 ekor, Desa Wairterang 224 ekor, dan Desa Nanga Tobong 253 ekor. Capaian tersebut masih perlu ditingkatkan untuk mengejar target kekebalan kelompok pada populasi anjing.

Selain kasus pada hewan, angka gigitan anjing juga menunjukkan tren mengkhawatirkan pada awal 2026. Pada Januari tercatat 115 kasus gigitan, sedangkan Februari sebanyak 67 kasus.

Dokter hewan Elfrida Carvalo menegaskan sosialisasi bahaya rabies terus dilakukan kepada masyarakat. Namun demikian, respons warga dinilai belum optimal dan terkendala belum maksimalnya peran tim gerak cepat di setiap desa.

Lonjakan kasus rabies dan gigitan anjing ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat di Kabupaten Sikka. Tanpa percepatan vaksinasi massal, pengendalian populasi, serta keterlibatan aktif warga, ancaman rabies dikhawatirkan terus berulang dan membahayakan kesehatan publik

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....