Gangguan Ekosistem Menjadi Dampak Nyata Terjadinya Bencana Alam

  • 25 Feb 2026 21:35 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende — Guru IPA SMPK St Ursula Ende, Dionisia R. Ladika, memaparkan keterkaitan erat antara bencana alam dan keseimbangan ekosistem dalam program OBRAS (Obrolan SPADA) RRI Pro 2, Rabu, 25 Februari 2026. Ia menilai pemahaman ekosistem menjadi dasar penting dalam melihat dampak kebencanaan secara menyeluruh.

Dionisia menjelaskan ekosistem merupakan interaksi timbal balik antara komponen biotik seperti manusia, hewan, tumbuhan, serta komponen abiotik berupa tanah, air, dan udara. Hubungan tersebut membentuk keseimbangan lingkungan yang mendukung kehidupan.

Ia menuturkan gangguan akibat bencana dapat memengaruhi kedua komponen tersebut sekaligus. Kerusakan tanah, hilangnya vegetasi, hingga perubahan kualitas air menjadi faktor yang mengubah stabilitas lingkungan.

“Ketika bencana terjadi, biotik dan abiotik sama-sama terdampak sehingga keseimbangan ekosistem terganggu,” ujarnya. Dampak lanjutan terlihat pada rantai makanan yang terputus akibat berkurangnya sumber pakan dan habitat.

Dionisia mencontohkan letusan gunung api dapat memusnahkan vegetasi yang menjadi produsen utama dalam rantai makanan. Kondisi tersebut membuat hewan kehilangan sumber makanan, sementara predator juga terdampak akibat berkurangnya populasi mangsa.

Meski demikian, ia menambahkan bencana tidak selalu berdampak negatif dalam jangka panjang. Material vulkanik juga berpotensi meningkatkan kesuburan tanah sehingga memunculkan vegetasi baru dengan keanekaragaman hayati lebih tinggi.

Proses pemulihan lingkungan terjadi melalui suksesi alami maupun campur tangan manusia seperti reboisasi dan pengelolaan lahan berkelanjutan. Dionisia menegaskan pemahaman tersebut penting agar masyarakat mampu melihat bencana sebagai bagian dari dinamika alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....