DPRD NTT Tinjau Jalan Rusak Wewaria

  • 25 Feb 2026 12:02 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kondisi jalan rusak parah yang menghubungkan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo di Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, akhirnya mendapat perhatian serius DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ruas vital yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat wilayah utara Ende itu terancam putus apabila tidak segera ditangani secara permanen.

Kunjungan kerja dilakukan anggota DPRD NTT Daerah Pemilihan V, Ambrosius Reda, yang turun langsung meninjau titik kerusakan pada Selasa 24 februari 2026. Ia mendapati badan jalan mengalami abrasi dan longsoran di beberapa titik sehingga mempersempit akses kendaraan.

Menurut Ambrosius, kerusakan jalan tersebut semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir akibat intensitas hujan yang tinggi. Padahal, jalur itu merupakan akses utama distribusi barang dan mobilitas warga antara Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo.

Ia menegaskan, langkah darurat harus segera dilakukan untuk mencegah kerusakan meluas. Salah satunya dengan membangun tembok pengaman sebagai solusi sementara agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.

“Penanganan sementara harus segera dilakukan, misalnya dengan membangun tembok pengaman agar akses ekonomi masyarakat tidak terganggu,” ujarnya di lokasi peninjauan. Ia menambahkan, keselamatan pengguna jalan juga harus menjadi prioritas utama.

Ambrosius memastikan DPRD NTT akan mendorong percepatan perencanaan perbaikan melalui komisi terkait dan pembahasan anggaran di tingkat provinsi. Hasil tinjauan lapangan, kata dia, akan menjadi dasar penguatan usulan penanganan dalam agenda resmi dewan.

Di sisi lain, Kepala Desa Wewaria, Firmus Lise, mengapresiasi langkah DPRD NTT yang turun langsung melihat kondisi riil di lapangan. Pemerintah desa dan kecamatan, ujarnya, sebelumnya telah melaporkan kerusakan tersebut kepada pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.

Tim dari Balai Jalan dan Sungai bersama Dinas Pekerjaan Umum juga telah meninjau lokasi serta membuat jalur alternatif sementara. Namun, curah hujan tinggi menimbulkan kekhawatiran jalan kembali terputus meski sudah dilakukan penimbunan tanah.

“Kami berharap penanganan jalan rusak ini bisa segera dilakukan karena jika tidak, dampaknya akan semakin luas dan jalan bisa kembali terputus,” ucapnya. Ia menilai keterlambatan penanganan akan berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomi warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ende, Mustaqim Mberu, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT. Pemerintah daerah, katanya, siap membantu percepatan penanganan ruas strategis tersebut agar mobilitas dan distribusi antarwilayah tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....