Kearifan Lokal Bantu Deteksi Dini Gunung Api
- 24 Feb 2026 21:49 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Kepala Balai Pemantauan Gunung Api NTT–NTB, Arios Ghele Radja, menegaskan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting dalam menghadapi potensi bencana gunung api. Hal itu disampaikannya dalam Program OBRAS (Obrolan SPADA) RRI Pro 2, Rabu, 18 Februari 2026.
Menurut Arios, sebelum aktivitas gunung api meningkat, alam kerap memberi sinyal awal melalui perubahan perilaku hewan, tumbuhan yang layu di sekitar lereng, hingga suara gemuruh dari puncak gunung. “Tanda-tanda alami itu sering muncul sebelum peningkatan aktivitas. Masyarakat di kawasan rawan perlu peka terhadap perubahan tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kearifan lokal menjadi pelengkap pemantauan modern yang dilakukan Badan Geologi melalui teknologi instrumental. Pemantauan visual menggunakan CCTV dan kamera termal membantu petugas mengamati perubahan aktivitas secara berkala.
Selain itu, seismograf dipasang untuk merekam gempa vulkanik, alat deformasi memantau perubahan bentuk tubuh gunung, sementara pengukuran gas dan suhu kawah menjadi indikator peningkatan aktivitas magmatik sebelum rekomendasi status gunung ditetapkan.
Arios juga menyoroti tantangan di lapangan ketika sebagian masyarakat enggan mengungsi meski status gunung meningkat. Faktor ketergantungan pada lahan pertanian dan keterbatasan pekerjaan membuat warga memilih bertahan di kawasan rawan. “Aspek sosial ekonomi sering menjadi alasan utama warga menunda evakuasi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan peran generasi muda sebagai penyebar informasi yang benar sekaligus penangkal hoaks kebencanaan. Informasi yang tidak akurat berpotensi memicu kepanikan dan membahayakan keselamatan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....