Status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur Laki-laki Turun Waspada

  • 20 Feb 2026 21:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flotim – Status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur resmi diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada). Penurunan status berlaku mulai 20 Februari 2026 pukul 12.00 WITA berdasarkan hasil analisis pemantauan terbaru.

Keputusan tersebut diambil setelah pengamatan sepanjang Januari hingga Februari 2026 menunjukkan tren penurunan aktivitas vulkanik. Parameter visual, kegempaan, dan deformasi memperlihatkan kondisi yang lebih stabil dibanding periode sebelumnya.

Selama masa pengamatan, aktivitas gempa didominasi tremor non-harmonik dan gempa Low Frequency (LF) dengan jumlah harian yang fluktuatif. Meski sempat terjadi peningkatan amplitudo LF di beberapa stasiun, tidak disertai kenaikan gempa Vulkanik Dalam maupun Vulkanik Dangkal.

Petugas mencatat tidak adanya gempa Vulkanik Dangkal (VB) dalam periode tersebut. Kondisi ini mengindikasikan tidak terjadi pembukaan rekahan baru maupun pergerakan magma ke lapisan dangkal.

Data deformasi dari GNSS dan tiltmeter hingga pertengahan Februari juga tidak menunjukkan inflasi tubuh gunung. Pola deformasi lebih mengarah pada relaksasi pascaerupsi, bukan akumulasi tekanan magma baru.

Erupsi terakhir tercatat pada 18 Oktober 2025 dan hingga kini belum terjadi letusan susulan. Kolom asap yang teramati umumnya rendah hingga sedang serta tidak menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, mengatakan rekomendasi penurunan status ditetapkan setelah analisis menyeluruh terhadap seluruh parameter pemantauan.

“Berdasarkan analisis visual dan instrumental, tingkat aktivitas diturunkan dari Level III menjadi Level II karena tidak ada indikasi suplai magma baru di zona dangkal. Kami merekomendasikan tidak ada aktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi dan masyarakat tetap mengikuti arahan pemerintah daerah,” ujarnya.

Meski status telah diturunkan, petugas mengingatkan potensi bahaya sekunder masih mungkin terjadi, terutama saat musim hujan. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta mewaspadai potensi aliran lahar serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....