Usai Ditahbiskan, Uskup Larantuka Sampaikan Terima Kasih

  • 11 Feb 2026 16:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka – Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak usai ditahbiskan dalam perayaan Episkopal di Gereja Katedral Larantuka, Rabu 11 Februari 2026. Tahbisan tersebut menandai awal kepemimpinannya sebagai gembala umat di Keuskupan Larantuka.

Dalam sambutannya, Mgr. Yohanes menegaskan bahwa tahbisan Episkopal bukanlah bentuk penghormatan pribadi, melainkan panggilan untuk melayani Gereja. Ia menekankan komitmen untuk menjalankan tugas kegembalaan dengan rendah hati dan penuh tanggung jawab.

“Tahbisan episkopal bukan pertama-tama suatu kehormatan pribadi, melainkan sebuah pelayanan bagi Gereja,” ujarnya

Mgr. Yohanes juga menyampaikan terimakasih kepada Bapa Suci Paus Leo XIV yang telah mempercayakan kepemimpinan Keuskupan Larantuka kepadanya. Ia menyebut kepercayaan tersebut sebagai amanah besar yang akan dijalankan dengan kesetiaan dan semangat persaudaraan.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para uskup konsekrator, uskup ko-konsekrator, kardinal, serta para uskup yang hadir dalam perayaan tahbisan. Menurutnya, kehadiran dan doa mereka menjadi tanda kuatnya persaudaraan episkopal dalam Gereja Katolik.

Secara khusus, ia memberikan penghormatan kepada Uskup Emeritus Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, yang telah menggembalakan umat selama 24 tahun. Ia menyebut dedikasi pendahulunya sebagai fondasi penting bagi perjalanan Gereja lokal ke depan.

“Jejak pelayanan beliau akan selalu menjadi bagian dari sejarah iman keuskupan ini,” ucapnya.

Selain itu, Mgr. Yohanes juga menyampaikan terima kasih kepada para imam, biarawan, biarawati, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, panitia pelaksana, serta seluruh umat beriman yang terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan tahbisan.

Ia memohon dukungan doa dari seluruh umat agar dapat menjalankan moto pelayanannya, Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes, yang berarti satu tubuh, satu roh, dan satu harapan. Moto tersebut, menurutnya, menjadi arah dasar dalam membangun persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman umat.

“Saya ingin berjalan bersama umat, bukan di atas umat; mendengarkan, bukan hanya berbicara; membangun persekutuan, bukan perpecahan,” ucapnya.

Tahbisan Episkopal ini menjadi momentum penting bagi Keuskupan Larantuka dalam melanjutkan pelayanan pastoral, memperkuat persatuan umat, serta menjawab tantangan sosial dan kemasyarakatan di wilayah Flores Timur dan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....