Pemprov NTT Perkuat Pengendalian Inflasi Hadapi HBKN 2026
- 11 Feb 2026 08:58 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Gubernur NTT, Melki Laka Lena, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional tahun 2026, yang meliputi Imlek, Bulan Suci Ramadhan, Nyepi, Idul Fitri 1447 H, dan Paskah. Kegiatan yang bertema “Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan untuk Ekonomi NTT yang Tumbuh Kuat dan Berkelanjutan" berlangsung Senin, 9 Februari 2026.
Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar persoalan statistik, tetapi menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa stabilitas harga dan ketahanan pangan merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah serta penopang daya beli masyarakat.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, inflasi tahunan NTT pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,34 persen, dengan inflasi tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 4,77 persen dan terendah di Timor Tengah Selatan sebesar 2,38 persen.
Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, sementara inflasi bulanan tercatat sebesar 0,65 persen. Di sisi lain, ekonomi NTT pada Triwulan IV Tahun 2025 tumbuh 5,34 persen (year on year), ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan serta konsumsi rumah tangga.
Menurutnya, ketahanan pangan dan stabilitas harga merupakan fondasi ketahanan sosial daerah, khususnya bagi kelompok miskin ekstrem dan kelompok rentan. Seluruh upaya pengendalian inflasi daerah harus berlandaskan prinsip 4K, yakni ketersediaan stok, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi yang efektif.
Untuk jangka menengah dan panjang, Pemerintah Provinsi NTT mendorong penguatan keterhubungan petani, UMKM, dan pasar melalui NTT Mart.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....