Gunung Api Ile Werung Masih Berstatus Waspada

  • 06 Feb 2026 15:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Api Ile Werung di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Hingga akhir Januari 2026, status gunung api tersebut masih berada pada level Waspada atau Level II.

Dalam laporan evaluasi aktivitas periode Kamis, 16 Januari hingga Jumat, 31 Januari 2026, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan kondisi visual Gunung Api Ile Werung cenderung fluktuatif. Pada waktu tertentu gunung tampak jelas, namun sering tertutup kabut, dan selama periode pemantauan tidak teramati hembusan asap dari kawah utama.

Cuaca di sekitar gunung tercatat bervariasi, mulai dari cerah hingga hujan, dengan arah angin dominan berubah-ubah dari utara, timur, selatan, barat daya, barat, hingga barat laut, sebagaimana disampaikan Lana Saria dalam keterangan resmi, Jumat pagi, 6 Februari 2026.

Hasil pemantauan instrumental menunjukkan adanya aktivitas kegempaan, yakni empat kali gempa vulkanik dalam dan tiga kali gempa tektonik lokal. Selain itu, tercatat empat gempa terasa dengan intensitas I MMI serta 23 gempa tektonik jauh.

Badan Geologi menilai, secara umum tingkat kegempaan Gunung Api Ile Werung tidak menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Aktivitas hembusan asap kawah juga belum teramati selama masa evaluasi tersebut.

Pemantauan lanjutan juga menunjukkan tidak adanya perubahan aktivitas bualan bawah laut di sekitar Gunung Hobal dan Gunung Wetitar sejak aktivitas terakhir pada November 2021. Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas vulkanik di kawasan tersebut masih tergolong rendah, meskipun pada periode tertentu sebelumnya sempat terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam.

Lana Saria menjelaskan, peningkatan kegempaan vulkanik dalam mengindikasikan adanya tekanan di dalam tubuh gunung, namun hingga kini belum memicu gempa dangkal yang berpotensi menyebabkan erupsi.

Sebagai langkah mitigasi dan perlindungan keselamatan, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, pengunjung, dan wisatawan agar tidak beraktivitas di sekitar kawah puncak Gunung Api Ile Werung dalam radius dua kilometer. Pemantauan aktivitas gunung api akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan status.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....