Rumah BUMN Labuan Bajo Bekali UMKM Penanggulangan Kebakaran

  • 06 Feb 2026 12:19 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Rumah BUMN (RB) Labuan Bajo menggelar sosialisasi dan pelatihan tanggap bencana kebakaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Jumat 6 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan guna membekali pelaku usaha dengan pengetahuan, serta keterampilan praktis dalam menangani potensi kebakaran ringan di tempat usaha.

CFO Muda Rumah BUMN Labuan Bajo, Abhi Caesar Putra Perdana, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari fungsi Rumah BUMN dalam memberikan edukasi mitigasi risiko, khususnya bagi pelaku usaha yang memiliki potensi bahaya kebakaran tinggi.

“Hari ini kami menyasar teman-teman UMKM yang memiliki risiko besar karena setiap hari bersentuhan langsung dengan api,” kata Abhi di sela-sela kegiatan, Jumat 6 Februari 2026.

Ia juga menjelaskan, sebanyak 25 pelaku UMKM mengikuti pelatihan tersebut, yang mayoritas berasal dari sektor Food and Beverage (F&B). Menurutnya, pelaku usaha kuliner, terutama ibu-ibu yang sangat rentan terhadap risiko kebakaran karena aktivitas dapur yang melibatkan api dan peralatan memasak.

“Kami ingin mereka memiliki kemampuan dasar untuk menanggulangi kebakaran kecil agar tidak berkembang menjadi kejadian yang lebih besar,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Rumah BUMN Labuan Bajo bekerja sama dengan Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Manggarai Barat. Kepala Bidang Damkar Manggarai Barat, Fidelis Gatur, menyampaikan, pentingnya pemahaman masyarakat terhadap langkah pencegahan dini, baik secara tradisional maupun modern.

“Pencegahan bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti menggunakan karung basah, maupun dengan peralatan modern seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR),” kata Fidelis.

Selain menerima materi teori, para peserta juga mengikuti simulasi langsung di lapangan. Ibu-ibu pelaku UMKM tampak antusias mempraktikkan cara memadamkan api menggunakan karung basah serta mengoperasikan APAR secara benar.

Lebih lanjut, Fidelis menyampaikan bahwa simulasi ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan pelaku UMKM serta membangun respons awal yang tepat agar tidak panik saat menghadapi kebakaran di tempat usaha.

“Jangan sampai terjadi kebakaran yang berujung pada kerugian besar, apalagi sampai memakan korban jiwa. Pencegahan sejak dini adalah kunci utama,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....