PGWI Dorong Standarisasi Guide Wisata Labuan Bajo
- 01 Feb 2026 13:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Labuan Bajo menegaskan pentingnya standarisasi profesi pemandu wisata sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pariwisata, dan menjaga keberlanjutan destinasi super prioritas Labuan Bajo. Hal tersebut mengemuka dalam program “Komunitas Bicara” yang disiarkan RRI Labuan Bajo, Sabtu 31 Januari 2026.
Ketua PGWI Labuan Bajo, Saverinus Guardi, mengatakan pemandu wisata memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pengantar wisatawan, tetapi juga sebagai duta informasi, keselamatan, serta konservasi lingkungan dan budaya lokal. Karena itu, profesi guide perlu didukung dengan sertifikasi kompetensi dan peningkatan kapasitas berkelanjutan.
“Menjadi guide bukan sekadar mengantar tamu. Harus ada sertifikasi, pemahaman destinasi, bahasa asing, dan tanggung jawab terhadap keselamatan wisatawan,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, PGWI juga menekankan peran edukatif pemandu wisata, khususnya di kawasan Taman Nasional Komodo. Para guide bertugas menyampaikan aturan konservasi kepada wisatawan, seperti larangan merokok di area rawan kebakaran, menjaga jarak aman dengan satwa komodo, serta menghormati kearifan lokal.
Ia menambahkan bahwa pemandu wisata berada di garis terdepan dalam menjaga citra Labuan Bajo. Menurutnya, edukasi yang tepat kepada wisatawan akan berdampak langsung pada kelestarian alam dan kenyamanan berwisata.
Selain itu, isu perlindungan profesi guide lokal turut menjadi sorotan. PGWI berharap adanya regulasi yang berpihak pada pemandu lokal agar mereka tidak tersisih di tengah pesatnya pertumbuhan industri pariwisata di daerahnya sendiri.
“Guide lokal harus menjadi tuan rumah di kampungnya sendiri, bukan hanya penonton,” katanya.
PGWI juga mendorong kolaborasi lintas komunitas, mulai dari pelaku perhotelan, transportasi laut, hingga media, termasuk RRI, untuk membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan. Selain itu, pemandu wisata dituntut adaptif terhadap transformasi digital dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi sekaligus edukasi wisatawan.
Melalui program ini, PGWI Labuan Bajo menegaskan visinya untuk mendorong pariwisata yang tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi mengutamakan pelestarian alam, budaya, dan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....