Optimalisasi Desa Wisata Dinilai Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah
- 06 Jun 2026 15:18 WIB
- Ende
Poin Utama
- Optimalisasi pengembangan desa wisata dinilai menjadi salah satu strategi efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
- Pemerintah dapat memperkuat infrastruktur dan kebijakan, sementara masyarakat menjadi pelaku utama yang menjaga keaslian budaya dan lingkungan
- Ferdinand berharap pengembangan desa wisata di Kabupaten Ende dapat terus menjadi prioritas karena sektor pariwisata memiliki efek berganda (multiplier effect) yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat
RRI.CO.ID,Ende – Optimalisasi pengembangan desa wisata dinilai menjadi salah satu strategi efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah yang memiliki potensi alam, budaya, dan kearifan lokal yang kuat. Hal tersebut disampaikan anggota Asosiasi Guide Indonesia (AGI) Cabang Ende, Ferdinand Radawara, dalam wawancara terkait upaya penguatan sektor pariwisata berbasis masyarakat.
Menurut Ferdinand, desa wisata memiliki peran penting dalam menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat. Tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, keberadaan desa wisata juga mampu menggerakkan berbagai sektor usaha seperti kuliner, kerajinan tangan, transportasi lokal, hingga jasa pemandu wisata.
"Desa wisata menjadi ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam aktivitas pariwisata. Dengan pengelolaan yang baik, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha besar, tetapi juga oleh masyarakat di tingkat desa," ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Ende memiliki potensi desa wisata yang cukup besar karena didukung keindahan alam, budaya tradisional, serta berbagai situs sejarah yang dapat menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan promosi, dan pengelolaan destinasi yang berkelanjutan.
Ferdinand menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam pengembangan desa wisata. Menurutnya, dukungan berupa pelatihan, pendampingan, serta pengembangan infrastruktur dasar akan membantu meningkatkan daya saing destinasi wisata desa.
"Pengembangan desa wisata harus dilakukan secara terpadu. Pemerintah dapat memperkuat infrastruktur dan kebijakan, sementara masyarakat menjadi pelaku utama yang menjaga keaslian budaya dan lingkungan," katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi. Kehadiran media sosial dan platform digital dinilai mampu memperluas jangkauan pemasaran destinasi wisata desa sehingga lebih dikenal oleh wisatawan.
Ferdinand berharap pengembangan desa wisata di Kabupaten Ende dapat terus menjadi prioritas karena sektor pariwisata memiliki efek berganda (multiplier effect) yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
"Dengan pengelolaan yang tepat, desa wisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan yang menjadi identitas daerah," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....