Larantuka Sambut Uskup Baru Februari

  • 31 Jan 2026 19:28 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, LARANTUKA - Tahbisan Uskup Larantuka akan digelar pada Rabu, 11 Februari 2026. Pada perayaan ini, Mgr. Yohanes Hans Monteiro akan ditahbiskan secara resmi dan sah sebagai Uskup Larantuka, menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung.

Keuskupan Larantuka menjadwalkan rangkaian kegiatan selama tiga hari, dimulai pada 10 Februari 2026 dengan Vesper Agung, dilanjutkan tahbisan uskup pada 11 Februari, dan ditutup dengan Misa Pontifikal pada 12 Februari 2026.

Perayaan tahbisan ini menjadi salah satu momentum Gereja Katolik terbesar di wilayah Lamaholot pada tahun 2026. Ketua Panitia Tahbisan, RD. Adeodatus Hendrikus Leni, mengatakan seluruh rangkaian perayaan dirancang mengikuti tata liturgi Gereja Katolik secara lengkap dan tertib.

“Tahbisan uskup merupakan peristiwa iman yang sangat penting. Gereja tidak hanya merayakan pergantian kepemimpinan, tetapi juga menerima tanggung jawab baru dalam penggembalaan umat,” katanya.

Pada hari puncak tahbisan, sejumlah ritus utama akan dilaksanakan, di antaranya pemeriksaan calon uskup, Litani Para Kudus, penumpangan tangan para uskup, doa tahbisan, pengurapan kepala dengan minyak krisma, serta penyerahan simbol-simbol episkopal berupa cincin, mitra, dan tongkat gembala.

Setelah ritus tersebut, Mgr. Yohanes Hans Monteiro akan didudukkan di kursi katedral sebagai tanda resmi dimulainya tugas penggembalaan di Keuskupan Larantuka. Ritus ini menandai bahwa ia telah menerima wewenang penuh sebagai uskup di wilayah tersebut.

Menurut panitia, perayaan ini diperkirakan akan dihadiri ribuan umat dari berbagai paroki di wilayah Lamaholot serta tamu Gereja dari luar daerah. Para uskup dari berbagai keuskupan di Indonesia juga dijadwalkan hadir dalam tahbisan tersebut.

RD. Adeodatus menambahkan, panitia mengimbau umat untuk mempersiapkan diri secara rohani dalam menyambut tahbisan ini. Persiapan tersebut diharapkan membantu umat mengikuti seluruh rangkaian perayaan dengan sikap iman dan kekhusyukan.

“Kami mengajak umat untuk ikut ambil bagian, terutama melalui doa, agar seluruh rangkaian tahbisan berjalan lancar dan membawa berkat bagi Gereja lokal,” ujarnya.

Keuskupan Larantuka menegaskan bahwa tahbisan ini bukan hanya peristiwa seremonial, tetapi juga momen bersejarah yang akan menentukan arah pelayanan Gereja di wilayah Lamaholot pada masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....