PGRI Flores Timur Jaring Aspirasi Guru di Kecamatan

  • 30 Jan 2026 11:28 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur melakukan penjaringan aspirasi guru melalui kegiatan tatap muka di sejumlah kecamatan. Kegiatan ini berlangsung sejak 19 Januari hingga 9 Februari dan menjangkau 19 kecamatan di tiga pulau.

Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian, kepada RRI di Florata Pagi, Jumat, 30 Januari 2026, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyerap langsung persoalan yang dihadapi guru di lapangan. Aspirasi yang dihimpun mencakup isu kesejahteraan, regulasi kepegawaian, hingga peningkatan profesionalisme.

Menurutnya, target jangka pendek dari kegiatan ini adalah melakukan audiensi dengan para pemangku kepentingan terkait. Aspirasi yang masuk akan diklasifikasikan, dipetakan, serta diperdalam sebelum diteruskan ke instansi berwenang.

Hasil klasifikasi tersebut nantinya akan disampaikan ke berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian Daerah, DPRD, pemerintah daerah, hingga kementerian terkait. PGRI juga akan menentukan jalur advokasi yang tepat sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga.

Untuk target jangka panjang, PGRI Flores Timur akan mendorong perubahan kebijakan di tingkat nasional. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi dengan PGRI provinsi dan pusat serta audiensi dengan DPR RI dan kementerian.

Maksimus menegaskan, masih terdapat sejumlah kebijakan yang dinilai merugikan guru dan perlu direvisi. Ia berharap aspirasi yang dihimpun dapat membuka ruang perbaikan regulasi demi keadilan bagi guru.

Selain menjaring aspirasi, PGRI juga menyelenggarakan pelatihan dan bimbingan teknis bagi guru. Materi yang diberikan meliputi pembelajaran mendalam, coding, dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman guru terhadap kurikulum dan pendekatan pembelajaran terkini. Dengan demikian, profesionalisme guru dapat terus berkembang seiring tantangan zaman.

PGRI Flores Timur mengajak seluruh guru untuk tetap menjaga solidaritas dan kekompakan. Organisasi ini menegaskan komitmennya hadir memperjuangkan hak dan kesejahteraan seluruh guru tanpa terkecuali.

Kegiatan penjaringan aspirasi akan berlanjut ke sejumlah wilayah, termasuk Tanjung Bunga dan Solor. PGRI berharap forum tatap muka dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat perjuangan bersama dunia pendidikan di Flores Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....