PGWI Labuan Bajo Dukung Pengembangan Geowisata Daerah

  • 26 Jan 2026 17:13 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pengurus Asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Labuan Bajo secara resmi mendaftarkan organisasinya ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin 26 Januari 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PGWI Labuan Bajo guna memperkuat legalitas organisasi sekaligus menegaskan peran mereka sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pengembangan sektor pariwisata, khususnya geowisata di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya.

Ketua PGWI Labuan Bajo, Saverinus Guardi, menyampaikan, keberadaan PGWI tidak semata-mata berfokus pada aktivitas pariwisata, tetapi juga mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berbasis edukasi.

“Kami hadir di Labuan Bajo tidak hanya untuk mengembangkan sektor pariwisata, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” kata Saverinus, Senin 26 Januari 2026.

Menurutnya, PGWI merupakan organisasi profesional nirlaba yang bergerak dalam pengembangan kompetensi, sertifikasi, serta peningkatan kapasitas pemandu wisata, terutama di bidang geologi dan lingkungan. Melalui konsep geowisata, PGWI mendorong wisata edukatif dengan menampilkan keunikan bentang alam sekaligus menanamkan nilai pelestarian lingkungan.

Saverinus menegaskan komitmen PGWI Labuan Bajo untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemandu geowisata, serta menggali dan mengembangkan potensi lokasi-lokasi geowisata yang selama ini belum banyak dikenal publik.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan dan masukan dari Badan Kesbangpol Manggarai Barat, yang dinilai menjadi dorongan bagi PGWI untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Manggarai Barat, Fransiskus Partono, menyambut positif kehadiran PGWI Labuan Bajo. Ia menilai organisasi tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi mitra pemerintah daerah dalam pengembangan geowisata di Manggarai Barat.

“Anggota PGWI Labuan Bajo saya lihat merupakan profesional di bidangnya. Harapannya, organisasi ini semakin dikenal melalui karya-karyanya di Labuan Bajo,” ujarnya.

Fransiskus berharap PGWI dapat berperan aktif dalam pendataan dan promosi objek-objek wisata geologi yang belum banyak dikenal, seperti Watu Umpu di Kecamatan Welak, serta destinasi lainnya, dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pemerataan pengembangan pariwisata, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....