FIFA Jual Cincin Juara Piala Dunia 2026 untuk Penggemar, Harganya Capai Rp2,7 Miliar
- 21 Jul 2026 11:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – FIFA memperkenalkan cincin kemenangan sebagai hadiah baru bagi juara Piala Dunia 2026. Selain diberikan kepada tim juara, cincin edisi terbatas tersebut juga akan dipasarkan kepada publik dengan harga mencapai 112 ribu pound sterling atau sekitar Rp2,7 miliar per buah.
Peluncuran cincin kemenangan diumumkan FIFA usai berakhirnya Piala Dunia 2026. Sebanyak 30 cincin akan diberikan kepada tim juara, sedangkan 1.996 cincin lainnya diproduksi sebagai produk resmi berlisensi yang dijual kepada penggemar di seluruh dunia.
Dalam keterangan resminya, FIFA menyebut pemberian cincin juara menjadi yang pertama dalam sejarah penyelenggaraan kompetisi FIFA. Tradisi tersebut mengadopsi budaya olahraga profesional Amerika Serikat seperti NFL, NBA, dan MLB.
"Untuk pertama kali dalam sejarah kompetisi FIFA, pemenang pertandingan juga akan menerima cincin kemenangan khusus, menghadirkan tradisi ikonik olahraga Amerika ke panggung global," demikian pernyataan FIFA.
FIFA menjelaskan medali emas tetap diberikan kepada pemain dan tim pelatih sebagai simbol resmi juara. Namun, cincin kemenangan dihadirkan sebagai penghargaan tambahan yang bersifat eksklusif.
Setiap cincin akan dibuat secara personal sesuai identitas tim juara. Salah satu sisi cincin menampilkan trofi Piala Dunia, sedangkan sisi lainnya memuat elemen yang merepresentasikan tim pemenang.
FIFA juga menegaskan jumlah cincin yang diproduksi sangat terbatas. Dari total produksi, hanya 30 cincin yang menjadi milik tim juara, sementara 1.996 cincin lainnya dipasarkan kepada publik.
"Dari jumlah keseluruhan, 30 akan dihadiahkan untuk tim pemenang, dan 1.996 akan dijual untuk penggemar di seluruh dunia sebagai produk berlisensi resmi, memberi kesempatan bagi mereka untuk memiliki sebuah bagian unik dari sejarah Piala Dunia FIFA 2026," tulis FIFA.
Meski menawarkan nilai eksklusivitas tinggi, kebijakan tersebut menuai kritik dari sejumlah penggemar sepak bola. FIFA dinilai semakin mendorong komersialisasi ajang Piala Dunia melalui penjualan produk premium.
Kritik juga muncul setelah final Piala Dunia 2026 menghadirkan pertunjukan hiburan saat jeda pertandingan, yang dinilai sebagian kalangan mengadopsi konsep olahraga Amerika Utara dan menggeser tradisi Piala Dunia yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....