Depan Rumah Rusak akibat Gempa, Hironimus Tetap Bertahan Berjualan
- 19 Sep 2026 23:00 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Pemilik Kafe Gracio Sunset di Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Hironimus Suasa (56), tetap menjalankan usahanya meski kondisi pascagempa masih berlangsung. Bagi Hironimus, berjualan menjadi satu-satunya sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hironimus mengatakan, usaha kafe yang berada di kawasan Viewpoint Cicononggo tersebut mulai dirintis sekitar 2022–2023. Namun, aktivitas usahanya sempat belum berjalan optimal.
Setelah gempa, ia memindahkan sebagian besar peralatan dan aktivitas jualannya ke luar rumah karena khawatir bangunan terdampak gempa susulan.
“Saya memang tetap bertahan jualan. Hari gempa, hari ketiga itu saya tetap jalan jualannya. Karena saya bisanya kan jualan,” kata Hironimus saat ditemui, Jumat 19 September 2026.
Ia mengaku tidak memiliki pekerjaan lain selain berjualan kopi, kelapa, nanas, dan sejumlah produk lainnya. Karena itu, meski kondisi belum sepenuhnya aman, ia memilih tetap membuka usaha dengan mengingatkan pelanggan agar tetap berhati-hati.
Menurut Hironimus, keputusan untuk tetap berjualan juga sempat mendapat sorotan dari sejumlah orang yang mempertanyakan aktivitasnya di tengah situasi gempa.
Namun, ia menjelaskan bahwa berjualan merupakan cara yang harus dilakukan untuk memperoleh penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidup.
“Kalau saya tidak jualan, ya tidak dapat makan. Masukan saya dari mana? Kalau menunggu bantuan dari pemerintah, ya sampai kapan?” ujarnya.
Di sisi lain, aktivitas usahanya juga terdampak berkurangnya kunjungan wisatawan. Hironimus menyebut penutupan sementara kawasan wisata Cunca Wulang turut berpengaruh terhadap jumlah pengunjung yang biasanya mampir ke kafenya.
Ia mengatakan, sebelum Cunca Wulang tutup, wisatawan yang hendak menuju maupun kembali dari kawasan air terjun tersebut cukup sering singgah untuk beristirahat, membeli minuman, atau menikmati kopi.
“Cunca Wulang tutup, saya jujur saja berdampak sekali karena tidak banyak tamu. Yang sekarang datang biasanya mau ke Ruteng, Wae Rebo, Cunca Plias, dan beberapa air terjun lainnya,” ungkapnya.
Kendati demikian, Hironimus masih melayani wisatawan lokal maupun mancanegara yang singgah. Selain menjual makanan dan minuman, ia juga kerap memberikan informasi mengenai sejumlah destinasi air terjun yang menjadi tujuan wisatawan di wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....