BNPB Verifikasi 51.591 Rumah Terdampak Gempa Flores

  • 08 Sep 2026 13:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 51.591 unit rumah telah melalui proses verifikasi dan validasi atau verivali pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), 15 Agustus 2026. Jumlah tersebut mencapai 50,39 persen dari total 102.384 unit data awal rumah yang menjadi sasaran pendataan di tujuh kabupaten terdampak.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, di Jakarta, Senin 7 September 2026, mengatakan jumlah tersebut mencapai 50,39 persen. Persentase itu dihitung dari 102.384 unit data awal rumah yang menjadi sasaran pendataan di tujuh kabupaten terdampak.

“Dari hasil verifikasi sementara, sebanyak 2.382 unit rumah masuk kategori rusak berat, 7.276 unit rusak sedang, dan 14.177 unit rusak ringan. Sementara itu, sebanyak 27.756 unit dinyatakan tidak mengalami kerusakan,” kata Berton.

Berton menjelaskan, data tersebut masih bersifat dinamis seiring proses verifikasi yang masih berlangsung. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi rumah sesuai dengan temuan di lapangan.

BNPB bersama pemerintah daerah terus mempercepat pendataan dan pemeriksaan terhadap hasil verifikasi. Proses tersebut mencakup penyandingan data by name by address (BNBA), penanganan data ganda, serta pemeriksaan data yang belum terverifikasi.

Selain itu, petugas juga melakukan pendataan terhadap rumah yang masuk sebagai data tambahan atau susulan. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh rumah terdampak dapat terdata secara akurat.

Di Kabupaten Nagekeo, dari 15.929 unit data awal rumah terdampak, sebanyak 218 unit tercatat rusak berat, 1.523 unit rusak sedang, dan 3.475 unit rusak ringan. Sementara 10.713 unit lainnya dinyatakan tidak mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Manggarai, verifikasi sementara telah dilakukan terhadap 7.089 unit dari 22.758 unit data awal. Hasilnya mencatat 448 unit rusak berat, 1.262 unit rusak sedang, 1.279 unit rusak ringan, dan 4.100 unit tidak mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Manggarai Timur, sebanyak 7.366 unit rumah telah diverifikasi dari 24.392 unit data awal. Hasil sementara menunjukkan 1.078 unit rusak berat, 1.499 unit rusak sedang, 2.085 unit rusak ringan, dan 2.704 unit tidak mengalami kerusakan.

Sementara di Kabupaten Manggarai Barat, verifikasi telah mencakup 12.367 unit dari 12.613 unit data awal. Sebanyak 468 unit mengalami rusak berat, 1.930 unit rusak sedang, 4.187 unit rusak ringan, dan 5.782 unit tidak mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Ngada, verifikasi sementara telah mencakup 7.544 unit dari 12.297 unit data awal. Hasilnya menunjukkan 126 unit rusak berat, 911 unit rusak sedang, 2.910 unit rusak ringan, dan 3.597 unit tidak mengalami kerusakan.

Untuk Kabupaten Sikka, verifikasi sementara baru mencakup 1.001 unit dari 4.248 unit data awal. Dari jumlah tersebut, 43 unit tercatat rusak berat, 137 unit rusak sedang, 184 unit rusak ringan, dan 637 unit tidak mengalami kerusakan.

Sedangkan di Kabupaten Ende, dari 10.147 unit data awal rumah terdampak yang tersebar di 21 kecamatan, sebanyak 295 unit telah diverifikasi sementara. Hasilnya terdiri dari satu unit rusak berat, 14 unit rusak sedang, 57 unit rusak ringan, dan 223 unit tidak mengalami kerusakan.

Berton mengatakan BNPB juga mendampingi pemerintah daerah dalam penyusunan kajian kebutuhan pascabencana atau Jitupasna. Penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana atau R3P dilakukan secara paralel dengan proses verifikasi.

BNPB mendorong pemerintah daerah mempercepat penyelesaian verifikasi dan validasi, termasuk melaksanakan uji publik terhadap hasil pendataan. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan calon penerima bantuan sesuai dengan tingkat kerusakan dan data kependudukan yang telah diverifikasi.

Berton menegaskan, pendataan yang akurat menjadi dasar penting dalam penanganan pascabencana. Data yang tervalidasi diperlukan agar bantuan perbaikan rumah dapat diberikan secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....