IAI: Bangunan Tahan Gempa Tak Harus Mahal

  • 16 Sep 2026 22:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menilai pembangunan rumah yang aman terhadap gempa tidak selalu membutuhkan biaya besar. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah ketepatan desain, material, serta metode konstruksi.

Ketua Umum IAI, Georgius Budi Yulianto, mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa bangunan tahan gempa tidak harus selalu menggunakan beton. Menurutnya, material modern yang digunakan tanpa metode konstruksi yang tepat justru dapat meningkatkan risiko kerusakan bangunan.

“Tidak harus mahal, tapi tepat. Kita akan mendorong supaya masyarakat lebih paham mengenai hal itu,” ujar Georgius dalam kegiatan Rakernas IAI di Hotel Crowne Plaza Labuan Bajo, Manggarai Barat, Rabu 16 September 2026.

Georgius mengatakan, Indonesia sebenarnya memiliki pengetahuan arsitektur tradisional yang telah berkembang untuk menyesuaikan bangunan dengan kondisi alam, termasuk menghadapi gempa. Namun, penggunaan material modern membuat sebagian masyarakat menganggap bangunan yang kuat harus menggunakan beton.

Ia menyebut, salah satu persoalan yang ditemukan pada sejumlah bangunan terdampak gempa adalah sambungan konstruksi yang tidak tepat. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan bangunan mengalami kerusakan hingga runtuh.

Karena itu, IAI mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pembangunan rumah yang aman. Edukasi tersebut menjadi bagian dari pendampingan IAI melalui program IAI Hadir di wilayah terdampak gempa Flores.

Menurutnya, tim IAI Hadir telah turun ke sejumlah desa untuk melakukan pemetaan dan quick assessment. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar untuk pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara membangun bangunan yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan prinsip mitigasi bencana.

Selain itu dirinya menegaskan, keselamatan menjadi aspek utama dalam pembangunan rumah, disusul kemudahan, kenyamanan, dan kesehatan.

“Yang paling pertama itu keselamatan. Hubungannya dengan bagaimana kita bisa membangun rumah yang respons terhadap alam dan kondisi mitigasi kebencanaannya,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....