KRI Semarang-594 Kembali Bawa 25 Truk Bantuan untuk Korban Gempa NTT

  • 07 Sep 2026 14:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - KRI Semarang-594 kembali membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal perang TNI Angkatan Laut tersebut membawa 25 unit truk bantuan dari Jakarta untuk selanjutnya diserahkan dan didistribusikan melalui BNPB serta Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Labuan Bajo.

Komandan KRI Semarang-594, Letnan Kolonel Laut (P) Eko Yudi Mardiyanto mengatakan, pelayaran tersebut merupakan bagian dari operasi penanggulangan bencana alam di NTT yang dilaksanakan atas perintah Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) bekerja sama dengan BNPB.

“Kami mendapatkan tugas untuk melaksanakan pergeseran bantuan bahan kontak, dalam hal ini BNPB. Kami ditugaskan di bawah Koarmada RI untuk membawa bahan kontak berupa bahan makanan, pakaian, dan lain-lain yang sekiranya dibutuhkan akibat bencana alam di sini,” ujarnya kepada RRI, Senin 7 September 2026.

Dirinya menyampaikan, KRI Semarang telah dua kali membawa bantuan ke Labuan Bajo. Pada pelayaran sebelumnya, kapal tersebut mengangkut 15 unit truk bantuan. Sementara pada pelayaran kali ini, jumlahnya meningkat menjadi 25 unit truk.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan berbagai pihak yang diangkut KRI Semarang untuk membantu penanganan dampak gempa di NTT. Pada tahap pertama operasi, 24 Agustus hingga 2 September 2026, KRI Semarang mengangkut bantuan sebanyak 159,220 ton yang terdiri dari 12 unit kendaraan Fuso dan empat unit CDD bak.

Selain bantuan dari BNPB, muatan pada tahap pertama juga berasal dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Relawan Sahabat Indonesia, serta Petualang Peduli Nusantara.

Pada tahap kedua, KRI Semarang kembali melaksanakan pelayaran rute Jakarta-Labuan Bajo dengan membawa total bantuan 117,887 ton. Bantuan tersebut antara lain berasal dari BNPB serta dukungan BRIN berupa dua paket alat penyedia air minum bersih. Seluruh bantuan tahap kedua diangkut menggunakan 29 unit kendaraan, termasuk dukungan relawan Petualang Indonesia untuk membantu penanganan bencana di NTT.

Lebih lanjut, Letnan Kolonel Laut (P) Eko berharap bantuan yang dibawa KRI Semarang dapat membantu meringankan kesulitan masyarakat yang masih terdampak bencana.

“Harapan kami, apa yang menjadi harapan seluruh bangsa Indonesia, yaitu kita bisa memudahkan bahkan membantu apa yang menjadi kesulitan-kesulitan setelah pascagempa di NTT, sehingga apa yang diharapkan oleh seluruh bangsa Indonesia untuk rakyat NTT khususnya bisa lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Komandan Lanal Labuan Bajo, Letnan Kolonel Laut (P) Aan Harminanto, mengatakan TNI AL juga telah mendapat arahan agar pengangkutan bantuan ke NTT ke depan tidak hanya berfokus pada kebutuhan pangan dan logistik.

Menurutnya, KRI yang kembali dikerahkan ke wilayah NTT akan diprioritaskan untuk mengangkut bahan bangunan yang dibutuhkan dalam proses pemulihan pascagempa.

“Kami mendapatkan perintah langsung dari Panglima Koarmada Republik Indonesia bahwasanya KRI akan diutamakan juga untuk membawa bahan-bahan bantuan berupa bahan bangunan yang saat ini sedang dikoordinir oleh Panglima Koarmada II,” ungkapnya.

Ia menambahkan, apabila terdapat pengerahan KRI berikutnya ke Labuan Bajo, kapal tersebut akan dialokasikan untuk membawa bahan bangunan maupun kebutuhan lain yang diperlukan masyarakat terdampak bencana.

Adapun dengan dukungan tersebut, TNI AL diharapkan dapat terus membantu memperlancar distribusi bantuan sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat NTT pascagempa bermagnitudo 7,7 pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....