Dari Kayu dan Daun Gebang, Warga Kampung Baru Bangun Sekolah Darurat Pascagempa

  • 07 Sep 2026 19:08 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kerusakan bangunan sekolah akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 membuat warga Kampung Baru, Pulau Longos, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) bergotong royong membangun ruang kelas darurat bagi siswa SDN Kampung Baru. Dengan memanfaatkan kayu dan daun gebang yang tersedia di sekitar sekolah, ruang belajar sementara itu dibangun agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Kepala SDN Kampung Baru, Amiruddin, mengatakan keputusan membangun sekolah darurat diambil setelah pihak sekolah melihat kondisi bangunan lama yang mengalami keretakan di sejumlah bagian. Kondisi tersebut dinilai tidak lagi aman untuk digunakan siswa.

“Karena saya lihat bangunan yang lama sudah tidak layak digunakan, saya dengan guru-guru rapat bagaimana kalau kita buat sekolah darurat. Akhirnya kita buat dengan mengambil bahan dari sekitar sekolah,” ujar Amiruddin saat di konfirmasi RRI, Senin 7 September 2026.

Menurutnya, pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama guru dan masyarakat setempat. Kayu yang berada di sekitar sekolah dimanfaatkan sebagai bahan utama, sementara daun pohon gebang digunakan untuk atap sekaligus bagian dinding ruang kelas.

Adapun pembangunan ruang kelas darurat tersebut dikerjakan selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu. Meski demikian, hingga kini masih terdapat beberapa bagian yang belum selesai, terutama pada bagian atap.

Ruang darurat tersebut kini digunakan untuk kegiatan belajar siswa kelas 1 hingga kelas 4. Sementara siswa kelas 5 dan 6 masih menempati ruangan pada bangunan baru yang kondisinya dinilai relatif aman.

SDN Kampung Baru memiliki 40 siswa dan sembilan guru. Keterbatasan ruang kelas membuat satu ruangan harus disekat untuk menampung beberapa rombongan belajar.

Selain itu, Amiruddin mengatakan pihak sekolah telah melaporkan kerusakan bangunan kepada pemerintah dan mengajukan permohonan bantuan, termasuk tenda untuk mendukung kegiatan belajar sementara. Namun, hingga kini belum ada pemeriksaan langsung dari pemerintah ke sekolah tersebut.

“Kami sudah laporkan mengenai kerusakannya. Tinggal menunggu, kita tidak tahu kapan realisasinya. Jadi saya hanya antisipasi saja buat kelas, daripada anak-anak tidak belajar,” katanya.

Dirinya berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi SDN Kampung Baru dan membangun kembali ruang kelas yang mengalami kerusakan. Menurutnya, ruang darurat yang dibangun secara swadaya tersebut hanya mampu bertahan sementara, terlebih saat memasuki musim hujan.

“Yang saya harapkan mungkin ada perhatian dari pemerintah untuk dibuatkan bangunan yang baru, karena bangunan yang lama tidak layak. Kami sambil menanti itu tetap sekolah di ruang darurat yang kami buat,” ucap Amiruddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....