Wamen PU Dorong Infrastruktur NTT Dibangun Lebih Tangguh Pascagempa
- 16 Sep 2026 09:37 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mendorong pembangunan kembali infrastruktur di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa dilakukan dengan standar yang lebih baik dan tangguh terhadap bencana.
Diana mengatakan, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan dan infrastruktur yang rusak. Pembangunan kembali harus menjadi momentum untuk meningkatkan ketahanan terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Hal itu disampaikan Diana saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) di Hotel Crowne Plaza Labuan Bajo, Manggarai Barat, Selasa 15 September 2026.
Menurutnya, risiko bencana harus menjadi bagian dari setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, desain, pembangunan hingga pemeliharaan infrastruktur.
“Risiko bencana juga harus menjadi bagian di setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, desain, pembangunan sampai hingga pada pemeliharaan,” kata Diana.
Diana menegaskan, proses pemulihan pascagempa harus didukung pendataan kerusakan yang akurat. Data tersebut diperlukan untuk menentukan tingkat kerusakan sekaligus pembagian penanganan antarinstansi.
Ia menyebut Kementerian PU telah melakukan pendataan terhadap sejumlah infrastruktur terdampak gempa di NTT, termasuk jalan, jembatan, daerah irigasi, bendung dan infrastruktur penyediaan air minum.
Dalam pemulihan tersebut, Diana menekankan pentingnya prinsip build back better, yakni membangun kembali infrastruktur dengan kualitas dan ketahanan yang lebih baik dibandingkan sebelum bencana.
“Yang harus kita lakukan adalah build back better,” ujarnya.
Selain itu, Diana mengatakan, penanganan pascabencana juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, kementerian dan lembaga terkait, asosiasi profesi, serta masyarakat.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan pembangunan infrastruktur di wilayah rawan bencana menjadi lebih aman dan tangguh.
“Kalau sendirian kita enggak bisa. Ini benar-benar harus kolaborasi bersama-sama,” katanya.
Diana berharap pengalaman gempa Flores dapat menjadi pembelajaran untuk memperkuat sistem pembangunan di NTT, sehingga infrastruktur yang dibangun mampu menghadapi potensi bencana sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....