Pascagempa, Pemkab Manggarai Barat Perpanjang Tanggap Darurat 14 Hari
- 28 Agt 2026 18:23 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperpanjang status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pascagempa yang melanda wilayah tersebut.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi mengatakan, perpanjangan status tanggap darurat berlaku hingga 12 September 2026. Namun, masa tanggap darurat tersebut dapat dihentikan lebih cepat apabila hasil evaluasi menunjukkan kondisi sudah memungkinkan.
“Lagi-lagi kami tidak khawatir, tapi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Edistasius saat ditemui media di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Jumat 28 Agustus 2026.
Menurutnya, perpanjangan masa tanggap darurat tidak berarti seluruh aktivitas masyarakat dihentikan. Khusus sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, tetapi untuk sementara tidak dilaksanakan di dalam ruang kelas.
“Anak sekolah tidak pernah libur, proses belajar mengajar tetap. Hanya yang semula itu ada di kelas, sekarang tidak ada di kelas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Edistasius menyampaikan kebijakan tersebut juga berkaitan dengan kondisi sejumlah bangunan yang terdampak gempa. Pemerintah daerah masih melakukan evaluasi terhadap keamanan fasilitas publik dan menyiapkan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Sejak gempa terjadi pada 15 Agustus 2026, pemerintah daerah bersama unsur terkait juga terus memberikan pelayanan kepada warga terdampak. Menurutnya, hingga malam sebelumnya sudah belasan ribu warga yang mendapat pelayanan di sejumlah lokasi pengungsian.
“Sejak tanggal 15 hingga tadi malam, sudah ada belasan ribu jiwa yang mereka layani. Orang-orang yang terkena dampak setelah peristiwa gempa,” ucapnya.
Ia menambahkan, pelayanan tersebut menjangkau berbagai lokasi pengungsian, baik yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat maupun posko komunal. Pemerintah dan petugas mendatangi warga yang mengungsi di kampung-kampung, tenda pengungsian hingga lokasi yang sulit dijangkau.
“Di kampung, ada di tenda-tenda, di balik gunung, di bawah lembah,” ungkap Edistasius.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memastikan penanganan pascagempa masih menjadi prioritas selama masa tanggap darurat. Evaluasi akan terus dilakukan untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan mempercepat berakhirnya masa tanggap darurat apabila situasi telah dinilai aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....