Rakernas IAI di Labuan Bajo Dorong Pembangunan Flores yang Tangguh Pascagempa

  • 16 Sep 2026 09:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menjadikan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IAI 2026 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai momentum mendorong pembangunan kembali wilayah terdampak gempa dengan prinsip build back better atau membangun kembali dengan lebih baik dan aman.

Rakernas IAI 2026 mengusung tema #IAIHadir – Bersama Bergerak Indonesia Berdampak dan berlangsung pada 12 hingga 18 September 2026. Rangkaian kegiatan melibatkan pemerintah, penyintas bencana, akademisi, komunitas, pelaku konstruksi hingga anak-anak dalam proses pemulihan pascagempa Flores.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, mengatakan gempa Flores menjadi pembelajaran penting untuk memperkuat standar pembangunan, khususnya di wilayah yang memiliki risiko bencana tinggi.

“Gempa yang ada di Flores ini tentunya tidak hanya menjadi peristiwa kebencanaan, tapi menjadi wake-up call. Artinya, ini harus menjadi pembelajaran apa yang harus kita lakukan ketika terjadi gempa,” ujar Diana dalam pembukaan Rakernas IAI di Labuan Bajo, Selasa 15 September 2026.

Diana menekankan, risiko bencana harus diperhitungkan sejak tahap perencanaan, desain, pembangunan hingga pemeliharaan infrastruktur. Ia juga meminta para arsitek dan pemerintah daerah memastikan pembangunan mengikuti standar ketahanan gempa serta ketentuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Menurutnya, proses pemulihan pascabencana juga harus dilakukan secara cepat dan terukur melalui pendataan tingkat kerusakan, mobilisasi sumber daya, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak.

“Risiko bencana harus menjadi bagian di setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, desain, pembangunan sampai pemeliharaan. Ini diperlukan penguatan terhadap standar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Arasitek Indonesia (IAI), Georgius Budi Yulianto mengatakan pelaksanaan Rakernas di Labuan Bajo menjadi bentuk kehadiran arsitek di tengah masyarakat yang sedang menjalani proses pemulihan pascagempa.

“Prinsipnya, arsitek tidak datang hanya untuk memberikan solusi kepada masyarakat, tetapi bekerja bersama masyarakat,” ujarnya.

Dirinya berharap keterlibatan arsitek dapat membantu pemerintah dan masyarakat membangun kembali rumah maupun fasilitas publik yang lebih aman, sekaligus tetap memperhatikan kondisi dan kearifan lokal.

Di kesempatan yang sama, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyambut pelaksanaan Rakernas IAI di Labuan Bajo dan berharap para arsitek turut berkontribusi dalam proses pemulihan wilayah terdampak gempa di Flores.

Edistasius juga menegaskan kondisi Labuan Bajo tetap aman dan nyaman untuk dikunjungi, setelah gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.

“Untuk Labuan Bajo sendiri tidak hanya relatif aman, tapi sangat nyaman,” ungkapnya.

Ia menyebut, dari 13.656 rumah yang telah terdata di Manggarai Barat, sebanyak 5.649 rumah masuk dalam klasifikasi rusak berat, sedang, dan ringan. Sementara rumah yang mengalami kerusakan berat tercatat 357 unit dan tidak terdapat di Kecamatan Komodo maupun Labuan Bajo.

Pelaksanaan Rakernas IAI 2026 di Labuan Bajo dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan, di antaranya seminar Architecture for Resilience, Recovery, and Humanity, Build Back Better Workshop, serta kegiatan Kite for Hope bersama anak-anak dan masyarakat pada 18 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....