Relawan Penyalur Bantuan Gempa NTT Meninggal Dunia saat Bertugas
- 22 Agt 2026 11:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Relawan kemanusiaan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali (42), meninggal dunia saat menyalurkan bantuan bagi korban gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Ahmad Zaki meninggal dunia pada Jumat, 21 Agustus 2026, sekitar pukul 16.40 WITA. Saat itu, ia bersama tiga rekannya sedang mendistribusikan bantuan di wilayah Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.
Menurut keterangan Kapolsek Lamba Leda Utara, Iptu Ida Bagus Adi Negara, Ahmad Zaki sebelumnya masih terlihat dalam kondisi baik. Ia bahkan sempat melaksanakan salat Jumat bersama tim relawan dan warga sebelum melanjutkan perjalanan menyalurkan bantuan.
Dalam perjalanan, tepatnya di Kampung Sonot, Desa Satar Padut, Ahmad Zaki yang mengemudikan Toyota Fortuner putih tiba-tiba tidak sadarkan diri. Kendaraan kemudian berhenti dan melintang di jalan. Rekan-rekannya sempat memberikan pertolongan dengan membangunkan dan menepuk bahunya, namun korban tidak memberikan respons.
Tim kesehatan Posko Damer kemudian menjemput Ahmad Zaki pada pukul 16.25 WITA. Korban tiba di Posko Damer sekitar pukul 16.35 WITA dan langsung mendapat penanganan dari tenaga kesehatan, Dokter Melinda Bella.
“Pada jam 16.35 WITA tiba di Posko Damer, langsung ditangani oleh tenaga kesehatan Dokter Melinda Bella,” katanya saat di konfirmasi RRI, Jumat 22 Agustus 2026 malam.
Setelah dilakukan pemeriksaan, Dokter Melinda Bella menyatakan Ahmad Zaki meninggal dunia pada pukul 16.40 WITA. Polisi menyebut dugaan awal korban mengalami gangguan jantung yang diduga berkaitan dengan kelelahan. Namun, penyebab pasti kematian tetap berdasarkan pemeriksaan medis.
Sementara itu, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso, menyampaikan duka cita atas meninggalnya Ahmad Zaki yang merupakan relawan kemanusiaan dalam pendistribusian logistik bagi warga terdampak gempa.
“Terima kasih. Pada pagi hari ini, baru saja kita melaksanakan pengantaran terhadap jenazah rekan kita, relawan dari potensi atas nama Ahmad Zaki. Bela sungkawa yang mendalam terhadap keluarga korban,” ujar Edy Prakoso.
Lebih lanjut, Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy menjelaskan, Ahmad Zaki mengalami kondisi yang memburuk saat dalam perjalanan membawa bantuan logistik dari Reo menuju wilayah Komodo. Rekan-rekannya kemudian menghentikan kendaraan untuk memberikan pertolongan dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Pada saat pemeriksaan oleh dokter di Denpasar, korban dinyatakan meninggal dunia. Sehingga pada pagi hari ini kita mengantarkan almarhum dari Atambua menuju Labuan Bajo yang nantinya akan kita berangkatkan menuju Jakarta di kediaman,” ungkapnya.
Jenazah Ahmad Zaki kemudian dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas HR-3604 karena akses darat menuju lokasi terdampak gempa masih mengalami kendala. Jenazah selanjutnya dibawa menuju RSUD Komodo, Labuan Bajo sebelum diberangkatkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada keluarga.
Ahmad Zaki meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan, untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa di wilayah Manggarai Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....