Pelayanan Mobile Klinik Pascagempa Sasar Puskesmas Terdampak di Manggarai Barat
- 14 Sep 2026 16:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), bekerja sama dengan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali menggelar pelayanan kesehatan mobile clinic di sejumlah puskesmas terdampak di Manggarai Barat pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah Flores.
Pelayanan yang berlangsung sejak 9 September hingga 19 September 2026 tersebut merupakan tim relawan kesehatan batch kedua, yang diterjunkan setelah tim batch pertama menyelesaikan pelayanan dan kembali ke daerah asal.
Sebanyak 19 relawan kesehatan dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan tergabung dalam tim batch kedua. Mereka terdiri dari dokter umum, dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), psikolog, perawat, apoteker, asisten apoteker, serta tenaga kesehatan lainnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Tarsisius Cai, mengatakan pelayanan mobile clinic menjadi bagian dari upaya pemulihan kesehatan masyarakat setelah gempa bumi yang melanda Flores.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pelayanan kesehatan pascagempa, terutama bagi masyarakat yang benar-benar terdampak,” ujar Tarsisius saat ditemui di Puskesmas Wersawe, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Senin 14 September 2026.
Menurutnya, kehadiran dokter spesialis di tengah masyarakat menjadi kesempatan penting bagi warga untuk mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan tanpa harus mendatangi rumah sakit.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat memanfaatkan pelayanan tersebut, baik bagi warga yang sedang mengalami keluhan kesehatan maupun yang ingin berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan ke depan.
“Karena dokter spesialis biasanya kita temukan saat berkunjung ke rumah sakit, tetapi kali ini mereka datang langsung ke masyarakat. Kami mengimbau masyarakat ikut berpartisipasi, baik yang sudah mengalami sakit maupun yang ingin berkonsultasi,” katanya.
Tarsisius menjelaskan, sebanyak 19 relawan pada batch kedua dibagi menjadi dua tim yang ditempatkan di sejumlah puskesmas terdampak gempa. Pelayanan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 19 September 2026.
Dari total 26 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan di Manggarai Barat, sebanyak 19 puskesmas tercatat terdampak gempa berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan.
“Pelayanan terutama dilakukan di puskesmas yang terdampak. Dari 26 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan, ada 19 puskesmas yang terdampak,” ucapnya.
Ia menambahkan, pelayanan kesehatan mobile clinic tidak hanya menyasar kelompok tertentu, tetapi mencakup masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi baru lahir, balita, anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia.
Pelayanan mobile clinic tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat layanan kesehatan masyarakat selama masa pemulihan pascagempa, khususnya di wilayah kerja puskesmas yang terdampak bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....