Pascagempa, SMPN 8 Komodo Gelar Pembelajaran di Luar Kelas
- 03 Sep 2026 16:43 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Sebanyak 157 murid SMP Negeri 8 Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka di luar kelas sejak Rabu, 2 September 2026.
Kepala SMP Negeri 8 Komodo, Aloysia Moto, mengatakan pembelajaran luar ruangan dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada siswa sekaligus mengurangi kepanikan akibat gempa yang masih membekas.
“Selama masa tanggap darurat, kita lebih mementingkan psikologis anak, terutama rasa ketakutan. Ketika kemarin gempa sambung-menyambung dan terus terjadi, kepanikan menjadi salah satu hal yang sangat dikhawatirkan,” ujar Aloysia kepada media, Kamis 3 September 2026.
Selain faktor psikologis, keputusan tersebut diambil setelah sekolah menemukan sejumlah kendala selama pembelajaran daring yang berlangsung hampir dua pekan. Tidak semua siswa memiliki telepon seluler dan sebagian harus menggunakan perangkat milik orang tua, sementara akses internet juga menjadi kendala.

Menurutnya, pembelajaran daring juga membutuhkan pendampingan orang tua, khususnya bagi siswa kelas tujuh. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya kehilangan kesempatan belajar atau learning loss.
“Sehingga kita mengkhawatirkan mungkin nantinya bisa ada learning loss. Maka kami bersama dewan guru dan juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Barat memutuskan pembelajaran dilakukan outdoor,” katanya.
Dalam pembelajaran outdoor, guru juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai gempa, termasuk langkah yang harus dilakukan ketika terjadi guncangan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemulihan psikologis siswa pascagempa.
Aloysia menyebut hampir seluruh ruang kelas mengalami retakan. Satu ruang kelas, yakni kelas 8A, mengalami retakan yang cukup besar dan terlihat menembus dari bagian dalam hingga ke luar bangunan.
“Kami menunggu mungkin dari dinas yang punya kewenangan untuk menentukan jenis kerusakannya. Tetapi sepintas yang kami lihat cukup mengkhawatirkan,” ungkapnya.
Untuk sementara, sekolah menggunakan tenda milik sekolah yang selama ini digunakan untuk kegiatan Pramuka. SMPN 8 Komodo juga mendapat bantuan BNPB berupa tiga tenda dan 10 unit tikar untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Aloysia berharap sekolah mendapat tambahan tenda yang lebih layak sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman hingga kondisi bangunan sekolah dinyatakan aman digunakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....