Kapolres Manggarai Barat Pimpin Pembersihan Puing Gempa

  • 22 Agt 2026 16:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., memimpin langsung pembersihan puing rumah warga yang terdampak gempa bumi di Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Pembersihan dilakukan sebagai bagian dari respons cepat Polres Manggarai Barat terhadap kondisi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.

Selain membantu membersihkan puing, Polda NTT melalui Polres Manggarai Barat juga menyalurkan bantuan berupa semen dan bahan bangunan, sembako, serta selimut kepada masyarakat terdampak.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., mengatakan langkah tersebut dilakukan berdasarkan arahan Kapolda NTT serta laporan dari jajaran Kapolsek dan Bhabinkamtibmas mengenai kondisi warga di wilayah masing-masing.

“Apabila ada laporan dari Kapolsek atau Bhabinkamtibmas kalau ada rumah masyarakat yang hancur, kami akan datang, membersihkan, kemudian mendata. Setelah itu kami membawa sedikit bahan bangunan, bahan pokok, dan yang utama selimut,” ujar Christian.

Menurutnya, selimut menjadi salah satu kebutuhan penting karena masih terdapat warga yang memilih tinggal di luar rumah menggunakan tenda secara mandiri pascagempa.

Ia menyebut, di wilayah hukum salah satu Polsek di Manggarai Barat, pihaknya telah mendatangi tiga lokasi warga terdampak untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan.

“Ini respons cepat kami, karena kami melihat bahwa masyarakat membutuhkan, makanya kami datang,” katanya.

Dirinya juga menambahkan, berdasarkan laporan dari jajaran Kapolsek, sejumlah wilayah dengan kondisi kerusakan cukup parah juga terdapat di kawasan Kuwus dan Lembor. Pemantauan terhadap kondisi masyarakat terdampak akan terus dilakukan, dengan penyaluran bantuan menyesuaikan laporan dan kebutuhan warga di lapangan.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Marta Reni (52), warga Desa Persiapan Golo Tanggar, mengaku bersyukur mendapat bantuan dari kepolisian, terutama semen yang dapat digunakan untuk memperbaiki rumahnya.

“Saya senang dapat bantuan dari polisi. Ada semen juga tadi supaya rumah saya bisa perbaiki. Saya trauma waktu gempa itu, saya tinggal di luar rumah ini. Kami di rumah ada lima orang,” ujar Marta.

Berdasarkan pantauan RRI di lokasi, rumah Marta dan sejumlah rumah warga lainnya terlihat mengalami kerusakan cukup berat. Kondisi bangunan dinilai membahayakan jika terjadi gempa susulan, sehingga warga memilih tidak kembali tinggal di dalam rumah dan bertahan di tenda pengungsian mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....