Trauma Healing Anak Pascagempa, Kapolda NTT Ajak Anak Pulau Kukusan Bermain

  • 01 Sep 2026 22:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Upaya memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascagempa bumi Flores dilakukan melalui kegiatan trauma healing di Pulau Kukusan, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 1 September 2026.

Kegiatan tersebut turut diikuti Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko bersama sejumlah personel kepolisian. Suasana di lingkungan sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hidayah Pulau Kukusan tampak lebih ceria ketika anak-anak diajak bermain, menulis, menggambar, hingga berbincang mengenai cita-cita mereka.

Trauma healing ini melibatkan Tim Psikologi Kepolisian dari Polda Jawa Tengah serta personel Polisi Wanita (Polwan) Polres Manggarai Barat. Pendekatan dilakukan melalui aktivitas yang menyenangkan agar anak-anak dapat kembali merasa aman, nyaman, dan perlahan mengurangi rasa takut setelah mengalami gempa.

Di dalam kelas, Kapolda NTT terlihat berinteraksi langsung dengan para siswa. Ia mengajak anak-anak bermain dan berbicara, sekaligus melihat gambar serta tulisan yang mereka buat. Satu per satu anak kemudian ditanya mengenai cita-cita mereka ketika dewasa.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Sejumlah anak mengungkapkan keinginan untuk menjadi polisi. Ketika ditanya alasannya, mereka menyebut ingin membantu dan menolong orang lain.

Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko mengaku terharu melihat semangat dan cita-cita anak-anak tersebut. Ia menilai anak-anak Pulau Kukusan memiliki potensi yang sama dengan anak-anak di daerah perkotaan apabila mendapatkan pendidikan yang layak dan dukungan yang baik.

“Kalian mampu, ya. Kalian bisa seperti mereka, ujar Kapolda NTT kepada anak-anak, seraya memberikan semangat agar mereka tetap mengejar cita-cita.

Menurutnya, pemulihan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Ia berharap trauma yang dialami akibat gempa tidak membekas dan menghambat kehidupan mereka di masa mendatang.

“Harapan kita, pascagempa ini mereka tidak lagi trauma, tidak lagi takut menghadapi gempa. Tapi mereka bisa segera kembali hidup normal, sehingga mereka bisa segera bersekolah, dan trauma akibat gempa ini tidak berdampak bagi kehidupan mereka ke depan,” kata Irjen Pol. Rudi.

Kegiatan trauma healing tersebut menjadi bagian dari perhatian Polda NTT terhadap masyarakat terdampak gempa di Pulau Kukusan. Selain pendampingan psikologis bagi anak-anak, Polda NTT juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat serta menyiapkan tindak lanjut berupa pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....