BAZNAS Dirikan 16 Pos Layanan Kemanusiaan NTT
- 01 Sep 2026 20:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pos layanan tersebut disiapkan untuk mempercepat penanganan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.
Sebanyak 16 pos layanan tersebar di Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Manggarai Timur. Layanan yang disediakan meliputi kesehatan, dapur umum, dapur air minum, hingga masjid darurat.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan pendirian pos layanan tersebut merupakan bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS. Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Yang kami upayakan adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama berada dalam situasi darurat. Karena itu, layanan kami dibuat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing titik,” ujar Sodik dalam keterangan tertulis, Sabtu 29 Agustus 2026.
Menurut Sodik, respons BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan logistik. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama berada di lokasi pengungsian juga menjadi perhatian, termasuk kebutuhan makanan, air bersih, serta layanan kesehatan.
“Dapur umum dan dapur air juga ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh makanan serta air bersih. Sementara itu, layanan kesehatan diberikan untuk membantu memantau dan menangani kondisi kesehatan penyintas, khususnya warga yang berada di lokasi pengungsian dan membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan,” ucapnya.
Selain kebutuhan pangan, air bersih dan kesehatan, BAZNAS turut mendirikan masjid darurat di sejumlah lokasi terdampak. Fasilitas tersebut disiapkan agar masyarakat tetap memiliki ruang untuk menjalankan ibadah di tengah kondisi pascabencana.
Layanan kemanusiaan tersebut dijalankan melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Kedua unsur tersebut terus bergerak memberikan pendampingan dan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT.
Sodik mengatakan jumlah dan jenis layanan BAZNAS masih dapat berkembang. Penambahan layanan akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Layanan-layanan BAZNAS juga memungkinkan untuk terus bertambah, kami akan terus bergerak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Semoga ikhtiar ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT,” ujar Sodik.
Pendirian 16 pos layanan kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS membantu masyarakat melewati masa darurat. Kehadiran pos layanan juga diharapkan dapat mendukung proses pemulihan masyarakat pascagempa di sejumlah wilayah NTT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....