777 Ton Bantuan Logistik Telah Dikirim ke NTT

  • 22 Agt 2026 18:10 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Sebanyak 777.711 kilogram atau sekitar 777,7 ton bantuan logistik telah didistribusikan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Jumat, 21 Agustus 2026. Bantuan tersebut dikirim melalui jalur udara menuju wilayah terdampak dengan tujuan Labuan Bajo dan Maumere.

Distribusi bantuan dilakukan melalui dua jalur udara, yakni menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara dan pesawat kargo komersial yang membawa bantuan bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB.

Melalui pesawat TNI Angkatan Udara, sebanyak 312.711 kilogram atau sekitar 313 ton bantuan telah dikirim selama periode 15–21 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 175.118 kilogram atau sekitar 175 ton dikirim menuju Labuan Bajo dan 137.593 kilogram atau sekitar 137,6 ton menuju Maumere.

Sementara itu, bantuan melalui pesawat kargo komersial pada periode 17–21 Agustus 2026 mencapai 465.000 kilogram atau 465 ton.

Bantuan tersebut terdiri atas 360.000 kilogram atau 360 ton menuju Labuan Bajo dan 105.000 kilogram atau 105 ton menuju Maumere.

Dengan tambahan distribusi melalui pesawat kargo komersial tersebut, total bantuan yang telah dikirim melalui dua jalur udara mencapai 777.711 kilogram atau sekitar 777,7 ton.

Selain logistik pangan dan kebutuhan dasar, dukungan yang dikirim juga mencakup kebutuhan hunian sementara. Hingga Jumat, sebanyak 245 unit tenda pengungsi telah dikirim, terdiri atas 201 unit menuju Labuan Bajo dan 44 unit menuju Maumere.

Sebanyak 2.968 unit tenda keluarga juga telah dikirim ke kedua wilayah tersebut. Rinciannya, 2.332 unit menuju Labuan Bajo dan 636 unit menuju Maumere.

Sementara itu, dukungan logistik masih tersedia di Gudang Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma. Hingga Jumat, persediaan yang tercatat mencapai 576.948 kilogram atau sekitar 577 ton.

Persediaan tersebut berasal dari kementerian dan lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, serta berbagai pihak lainnya.

Distribusi bantuan juga terus diperkuat pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Lanud Halim Perdanakusuma menyiapkan empat sortie pesawat TNI Angkatan Udara dengan total kapasitas sekitar 47 ton menuju Labuan Bajo dan Maumere.

Rencana tersebut terdiri atas satu pesawat Airbus A-400M berkapasitas sekitar 22 ton menuju Maumere, dua pesawat Boeing dengan kapasitas sekitar 10 ton dan lima ton menuju Labuan Bajo, serta satu Boeing berkapasitas sekitar 10 ton menuju Maumere.

Selain jalur udara, distribusi logistik dilakukan melalui pesawat kargo komersial dan jalur laut untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan.

Kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana di NTT saat ini meliputi tenda pengungsi, tenda keluarga, terpal, kasur lipat, selimut, matras, genset, sembako, makanan siap saji, air mineral, beras, obat-obatan, serta perlengkapan kesehatan dan sanitasi.

BNPB bersama kementerian dan lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, dan berbagai pihak terus mengoordinasikan distribusi bantuan agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....