Sebanyak 890 Ton Bantuan Logistik Masuk untuk Korban Bencana NTT
- 22 Agt 2026 18:10 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma terus memperkuat dukungan logistik untuk penanganan darurat bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Jumat, 21 Agustus 2026, sebanyak 889.659 kilogram atau sekitar 890 ton bantuan telah masuk ke gudang dari 57 donatur.
Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak melalui Pos Logistik Labuan Bajo dan Pos Logistik Maumere.
Dari total bantuan yang masuk, sebanyak 312.711 kilogram atau sekitar 313 ton telah didistribusikan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara selama periode 15–21 Agustus 2026.
Distribusi tersebut terdiri atas 175.118 kilogram atau sekitar 175 ton menuju Labuan Bajo dan 137.593 kilogram atau sekitar 137,6 ton menuju Maumere.
Selain menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara, bantuan yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB juga dikirim menggunakan pesawat kargo komersial.
Pada periode 17–21 Agustus 2026, bantuan yang telah dikirim melalui jalur tersebut mencapai 465.000 kilogram atau 465 ton. Rinciannya, 360.000 kilogram atau 360 ton menuju Labuan Bajo dan 105.000 kilogram atau 105 ton menuju Maumere.
Dengan demikian, hingga Jumat, 21 Agustus 2026, total bantuan yang telah didistribusikan melalui dua jalur udara tersebut mencapai 777.711 kilogram atau sekitar 777,7 ton.
Dukungan logistik juga mencakup kebutuhan hunian sementara bagi masyarakat terdampak. Pada Jumat, sebanyak 245 unit tenda pengungsi telah dikirim, terdiri atas 201 unit menuju Labuan Bajo dan 44 unit menuju Maumere.
Selain itu, sebanyak 2.968 unit tenda keluarga telah dikirim ke kedua wilayah tersebut. Sebanyak 2.332 unit dikirim menuju Labuan Bajo dan 636 unit menuju Maumere.
Sementara itu, persediaan bantuan yang masih berada di Gudang Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma pada Jumat mencapai 576.948 kilogram atau sekitar 577 ton.
Persediaan tersebut berasal dari berbagai kementerian dan lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, serta pihak lainnya.
Untuk memperkuat distribusi bantuan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Lanud Halim Perdanakusuma menyiapkan empat sortie menggunakan empat pesawat TNI Angkatan Udara berdasarkan pembaruan rencana penerbangan hingga pukul 07.00 WIB.
Pesawat Airbus A-400M dengan kapasitas sekitar 22 ton direncanakan menuju Maumere. Sementara Boeing A-7305 berkapasitas sekitar 10 ton dan Boeing A-7304 sekitar lima ton direncanakan menuju Labuan Bajo.
Adapun Boeing A-7306 dengan kapasitas sekitar 10 ton direncanakan menuju Maumere. Total kapasitas penerbangan TNI Angkatan Udara pada 22 Agustus mencapai sekitar 47 ton.
Selain melalui jalur udara, distribusi logistik juga dilakukan menggunakan pesawat kargo komersial yang bersumber dari DSP BNPB serta melalui jalur laut.
Kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana di NTT meliputi hunian, pangan, kesehatan dan sanitasi, serta logistik nonpangan.
Kebutuhan hunian antara lain tenda pengungsi, tenda keluarga, terpal, kasur lipat, selimut, matras, dan genset. Sementara kebutuhan pangan meliputi sembako, makanan siap saji, air mineral, beras, dan makanan ringan.
Untuk kebutuhan kesehatan dan sanitasi, bantuan yang diperlukan antara lain obat-obatan, pembalut, popok bayi, dan popok dewasa. Adapun logistik nonpangan meliputi hygiene kit serta paket perlengkapan bayi.
BNPB terus mengoordinasikan pengelolaan dan distribusi bantuan bersama kementerian dan lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, serta berbagai pihak lainnya.
Penguatan rantai pasok logistik dilakukan untuk memastikan bantuan terus bergerak dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak bencana di NTT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....