Hadapi Gempa Susulan, Psikolog Polri Imbau Warga Tak Panik

  • 27 Agt 2026 14:22 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Psikolog Kepolisian dari Polda Jawa Tengah mengingatkan masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk tetap waspada menghadapi kemungkinan gempa susulan, namun tidak panik saat terjadi guncangan.

Imbauan tersebut disampaikan IPDA Putri Agustina, Psikolog Kepolisian dari Polda Jawa Tengah yang memimpin tim trauma healing untuk mendampingi warga terdampak gempa bumi di Manggarai Barat.

IPDA Putri mengatakan, kepanikan justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan ketika masyarakat berupaya menyelamatkan diri. Karena itu, warga perlu tetap tenang agar dapat mengambil keputusan secara tepat saat menghadapi situasi darurat.

“Kalau bisa, harus waspada, tetapi tidak boleh panik. Waspada itu harus, perlu, tetapi tidak boleh panik,” ujarnya saat ditemui di tenda pengungsian Rusun Polres Manggarai Barat, Kamis 27 Agustus 2026.

Menurutnya, rasa takut dan kecemasan yang masih dirasakan masyarakat merupakan hal yang wajar setelah mengalami bencana. Bahkan, sebagian warga masih memilih beristirahat di tenda pada malam hari karena khawatir terhadap gempa susulan, meski pada siang hari mereka telah kembali beraktivitas seperti biasa.

Tim trauma healing Polda Jawa Tengah sendiri telah sembilan hari berada di Manggarai Barat. Tim yang terdiri dari tiga personel tersebut ditugaskan Mabes Polri untuk memberikan pendampingan psikologis kepada warga terdampak gempa.

Pendampingan dilakukan dengan pendekatan berbeda sesuai kelompok usia. Anak-anak diajak mengikuti play therapy dan art therapy, seperti bermain, menggambar, mewarnai, serta aktivitas motorik untuk membantu mengalihkan perhatian dan mengurangi kecemasan.

Sementara bagi orang dewasa, khususnya ibu-ibu, tim memberikan pendampingan melalui teknik tappingdan pengaturan pernapasan. Putri menjelaskan, trauma akibat bencana tidak dapat serta-merta dihilangkan, tetapi dapat dikurangi melalui terapi dan pendampingan psikologis.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan apabila terjadi gempa. Menurutnya, naluri untuk menyelamatkan diri merupakan hal yang wajar, tetapi harus dilakukan dengan tetap tenang dan tidak terburu-buru.

“Kalau tidak tenang, salah-salah kita nanti salah turun tangga, terlalu panik, dan lebih fatal lagi akibat jatuh atau bisa terjadi apa-apa. Itu yang bisa menimbulkan risiko lebih berat,” ucap IPDA Putri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....