Pascagempa 73.818 Rumah Rusak, Manggarai dan Manggarai Timur Jadi Wilayah Terparah
- 24 Agt 2026 20:31 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 73.818 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, data sementara tersebut terdiri atas 23.276 rumah rusak berat, 17.563 rumah rusak sedang, dan 32.979 rumah rusak ringan.
“Data sementara rumah rusak ada 73.818 unit,” kata Kepala BNPB dalam konferensi pers perkembangan penanganan gempa Flores, Senin 24 Agustus 2026 di Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Selain kerusakan rumah, BNPB mencatat sebanyak 1.915 fasilitas umum mengalami kerusakan. Fasilitas tersebut meliputi sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta sejumlah infrastruktur lainnya.
Dari tujuh kabupaten yang terdampak gempa Flores, BNPB menyebut Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur mengalami dampak yang lebih parah dibandingkan wilayah lainnya.
BNPB menegaskan data kerusakan tersebut masih bersifat sementara dan terus diperbarui. Pendataan dilakukan secara berjenjang dari tingkat kampung atau RT, desa, kecamatan, hingga kabupaten, sebelum dihimpun di tingkat nasional.
“Data dikumpulkan secara berjenjang, dari mulai tingkat yang paling kecil, kampung, RT, naik lagi ke desa, camat, bupati, dan dihimpun di tingkat nasional,” ucapnya.
Hingga Senin sore BNPB juga mencatat gempa Flores telah menyebabkan 100 orang meninggal dunia, 1.603 orang luka-luka, serta 180.327 orang mengungsi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....