Menteri PPPA Bawa Bantuan Khusus Perempuan Anak NTT
- 24 Agt 2026 09:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi hari ini, Senin 24 Agustus 2026 dijadwalkan datang ke Nusa Tenggara Timur (NTT), membawa bantuan khusus bagi perempuan dan anak yang terdampak gempa. Bantuan sekitar 30 ton tersebut merupakan hasil gotong royong Kementerian PPPA bersama dunia usaha, organisasi keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan.
Bantuan dihimpun untuk memenuhi kebutuhan spesifik perempuan dan anak yang terdampak bencana. Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan, bantuan tersebut sebelumnya telah diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk dibawa ke NTT dan disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Pengiriman bantuan tersebut difasilitasi oleh BNPB. Bantuan dikirim menggunakan pesawat Hercules dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma menuju NTT.
“Kami tidak hanya mengirimkan bantuan, tetapi juga ingin hadir langsung untuk menyapa saudara-saudara kita di NTT dan memastikan bantuan yang diberikan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Arifah.
Kunjungan Menteri PPPA tidak hanya untuk menyerahkan bantuan. Arifah juga melihat langsung kondisi warga terdampak gempa dan memastikan kebutuhan perempuan serta anak menjadi bagian dari penanganan bencana. Dalam kunjungan tersebut, Kementerian PPPA juga mempersiapkan pembentukan Pos SAPA di lokasi terdampak bencana.
Pos SAPA akan menjadi simpul koordinasi layanan bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan dan rekonstruksi. Layanan yang disiapkan mencakup akses pengaduan dan perlindungan, pendataan terpilah, asesmen kebutuhan spesifik, ruang aman dan nyaman, serta akses terhadap layanan kesehatan, psikososial, hukum, dan layanan lainnya.
Menteri PPPA menegaskan, keberadaan Pos SAPA sangat penting di lokasi bencana. Pos tersebut untuk memastikan perempuan dan anak tetap mendapatkan perlindungan dalam situasi darurat. “Jika ada anak yang terpisah dari orang tuanya membutuhkan informasi, atau memerlukan layanan perlindungan, kami akan memastikan ada tempat yang dapat menjadi simpul koordinasi dan memberikan layanan yang dibutuhkan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....