Menteri PPPA Pastikan Kebutuhan Perempuan dan Anak Korban Gempa NTT Terpenuhi
- 24 Agt 2026 14:50 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI), Arifah Choiri Fauzi, mengunjungi korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 24 Agustus 2026.
Beberapa tempat yang dikunjungi meliputi, St. Yosefa Labuan Bajo, Posko Pengungsi Korban Evakuasi dari Manggarai Timur di Labuan Bajo, RSUD Komodo. Adapun dalam kunjungannya, Menteri PPPA menyapa langsung warga terdampak, termasuk perempuan dan anak yang masih menjalani masa pemulihan akibat gempa.
Arifah juga mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan guna melihat secara langsung kondisi korban sekaligus memastikan kebutuhan spesifik perempuan dan anak mendapat perhatian. Kementerian PPPA juga menggandeng sejumlah mitra pembangunan untuk berkolaborasi membantu masyarakat terdampak bencana.
“Tadi ada ibu dan juga anak yang kondisinya sedang dalam masa pemulihan. Seperti yang dipesankan Bapak Presiden, ayo bersama-sama kita memberikan apa yang kita mampu untuk menolong saudara-saudara kita yang ada di NTT,” ujar Arifah kepada media di Labuan Bajo, Senin siang.
Dalam kunjungan itu, Kementerian PPPA turut menyerahkan alat bantu jalan berupa tongkat kepada seorang ibu yang mengalami kesulitan berjalan. Sementara bagi anak-anak korban gempa yang mengalami patah tulang, diberikan mainan sebagai sarana aktivitas selama menjalani masa pemulihan.
Lebih lanjut, Arifah menjelaskan bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai kebutuhan khusus perempuan dan anak. Selain bantuan fisik, pihaknya juga memberikan dukungan moral kepada para korban, khususnya anak-anak.
“Kami ingin memberikan support semangat dan mendoakan bahwa kita adalah satu keluarga besar yang punya cinta untuk sesama warga negara Indonesia. Jadi ayo bersama-sama kita bantu semampu kita,” katanya.
Terkait pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, seperti makanan, minuman, dan air bersih, Arifah mengatakan pemerintah terus berupaya memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi. Namun, distribusi bantuan masih menghadapi kendala, terutama faktor transportasi.
“Diupayakan untuk tercukupi, karena memang terkendala transportasi dan sebagainya. Tapi pemerintah berupaya untuk melakukan yang terbaik,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan korban gempa tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian PPPA. Sejumlah kementerian dan lembaga turut bergerak sesuai tugas masing-masing, baik dalam masa tanggap darurat maupun tahap pemulihan pascabencana.
Menurutnya, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua akibat gempa maupun mereka yang khawatir tidak dapat melanjutkan pendidikan.
“Kita ada kementerian yang nanti berkolaborasi, siapa melakukan apa. Pasti ini anak-anak bangsa Indonesia, anak-anak kita semua, dan pasti kita akan mencoba melakukan yang terbaik untuk anak-anak kita,” ucap Arifah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....