Dukungan Hunian, 2.968 Tenda Keluarga Dikirim ke NTT
- 22 Agt 2026 18:10 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Sebanyak 2.968 unit tenda keluarga telah dikirim ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendukung kebutuhan hunian sementara masyarakat terdampak bencana. Tenda tersebut didistribusikan ke dua wilayah utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.332 unit tenda keluarga dikirim menuju Labuan Bajo, sedangkan 636 unit lainnya menuju Maumere.
Pengiriman tenda keluarga menjadi bagian dari dukungan logistik nasional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang harus meninggalkan rumah akibat kerusakan maupun kondisi yang belum memungkinkan untuk kembali ke tempat tinggal.
Selain tenda keluarga, dukungan hunian sementara juga mencakup 245 unit tenda pengungsi yang telah dikirim hingga Jumat, 21 Agustus 2026. Sebanyak 201 unit dikirim menuju Labuan Bajo dan 44 unit menuju Maumere.
Dukungan logistik tersebut dikirim melalui Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma dan didistribusikan melalui jalur udara serta jalur laut sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain kebutuhan hunian, bantuan yang dikirim ke wilayah terdampak juga mencakup pangan, kesehatan, sanitasi, serta logistik nonpangan.
Kebutuhan hunian lainnya meliputi terpal, kasur lipat, selimut, matras, dan genset. Sementara kebutuhan pangan terdiri atas sembako, makanan siap saji, air mineral, beras, dan makanan ringan.
Untuk kebutuhan kesehatan dan sanitasi, masyarakat membutuhkan obat-obatan, pembalut, popok bayi, dan popok dewasa. Bantuan hygiene kit serta perlengkapan bayi juga menjadi bagian dari kebutuhan yang terus dipenuhi.
Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, distribusi bantuan kembali diperkuat melalui penerbangan TNI Angkatan Udara. Lanud Halim Perdanakusuma menyiapkan empat sortie dengan total kapasitas sekitar 47 ton menuju Labuan Bajo dan Maumere.
Penguatan distribusi dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara bertahap, terutama warga yang masih membutuhkan tempat tinggal sementara selama masa tanggap darurat.
BNPB bersama kementerian dan lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, dan berbagai pihak terus mengoordinasikan pengelolaan serta distribusi bantuan ke wilayah terdampak bencana di NTT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....